Iran Berencana Latihan Militer di Dekat Perbatasan dengan Azerbaijan Di Tengah Ketegangan Teheran-Baku
Foto : Pemandangan menunjukkan Jembatan Khodaafarin kuno di dekat perbatasan Azerbaijan dengan Iran di daerah tersebut.

Jakarta, HanTer - Iran akan mengadakan latihan militer pada hari Jumat (1/10/2021) di dekat perbatasan dengan Azerbaijan, tentara Iran mengumumkan pada hari Kamis, di tengah ketegangan antara kedua negara mengenai latihan tersebut.

Latihan itu akan diadakan “dengan tujuan meningkatkan kesiapan tempur” di barat laut Iran, kantor berita semi-resmi Fars mengutip Brig. Jenderal Kioumars Heydari, komandan pasukan darat angkatan darat, mengatakan.

Latihan ini dijuluki "Penakluk Khaybar" mengacu pada pertempuran Khaybar, yang terjadi pada tahun 628 M antara Muslim dan Yahudi. Iran telah mewaspadai hubungan Azerbaijan dengan Israel, pemasok utama senjata ke Baku.

Pengumuman itu muncul setelah Presiden Azeri Ilham Aliyev awal pekan ini mengkritik Iran karena mengadakan latihan militer di dekat perbatasan negaranya. “Setiap negara dapat melakukan latihan militer apa pun di wilayahnya sendiri. Itu hak kedaulatan mereka. Tapi kenapa sekarang, dan kenapa di perbatasan kita?” Aliyev mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin dengan kantor berita Anadolu yang dikelola pemerintah Turki.

“Mengapa latihan tidak diadakan ketika orang-orang Armenia berada di wilayah Jabrayil, Fizuli dan Zangilan? Mengapa ini dilakukan setelah kami membebaskan tanah ini, setelah 30 tahun pendudukan?” dia menambahkan.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran mengatakan pada hari Selasa latihan di dekat perbatasan dengan Azerbaijan adalah "pertanyaan kedaulatan," menambahkan bahwa Teheran "tidak akan mentolerir kehadiran rezim Zionis" di dekat perbatasannya - referensi untuk hubungan Azerbaijan dengan Israel.

Iran dan Azerbaijan berbagi perbatasan sekitar 700 kilometer (430 mil). Negara itu juga memiliki populasi etnis Azeri yang besar, yang sebagian besar tinggal di wilayah barat lautnya. Mereka merupakan kelompok minoritas terbesar Iran. Hermansyah