Arab Saudi Desak DK PBB Minta Pertanggungjawaban Milisi Houthi
Foto : Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdallah al-Mouallimi

Jakarta, HanTer - Arab Saudi pada akhir pekan lalu meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB untuk meminta pertanggungjawaban milisi Houthi yang didukung Iran sesuai dengan hukum internasional atas serangan berkelanjutan mereka terhadap warga sipil di Kerajaan, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan.

“Kerajaan tidak akan menyia-nyiakan upaya dalam mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi tanahnya dan menjaga keselamatan warga dan penduduknya, sesuai dengan kewajibannya berdasarkan hukum internasional,” kata perwakilan tetap Arab Saudi untuk PBB, Duta Besar Abdallah al-Mouallimi, melalui pesan yang dikirimnya ke Dewan Keamanan PBB.

Dalam surat itu, duta besar menulis tentang kelanjutan “serangan teroris yang dilakukan oleh milisi teroris Houthi yang didukung Iran terhadap warga sipil dan objek sipil di Kerajaan.”

Al-Mouallimi mengatakan bahwa serangan 8 Oktober oleh milisi Houthi di bandara Jazan Arab Saudi mengakibatkan cedera sepuluh penumpang sipil dan pegawai bandara, serta kerusakan material di bandara.

Penargetan yang disengaja terhadap infrastruktur sipil dan mengancam warga sipil yang tidak bersalah dapat menjadi kejahatan perang, Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk PBB mengatakan dalam surat itu, menambahkan bahwa milisi Houthi “harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum internasional.”

SPA melaporkan bahwa duta besar mengatakan bahwa tidak adanya tindakan yang memadai dan ketat oleh masyarakat internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, telah mengirim pesan yang salah kepada Houthi untuk melanjutkan aksi teroris mereka di wilayah tersebut.

Sangat penting bahwa Dewan Keamanan PBB memikul tanggung jawabnya terhadap milisi Houthi, pemasok senjata mereka dan sumber daya yang membiayai tindakan teroris mereka, untuk menghentikan ancaman mereka terhadap perdamaian dan keamanan internasional, kata al-Mouallimi dalam surat itu.