Menteri Yordania Mengundurkan Diri Jelang Perombakan Pemerintah
Foto : Ilustrasi bendera Yordania

Jakarta, HanTer - Para menteri pemerintah Yordania telah mengajukan pengunduran diri mereka menjelang perombakan, kata televisi milik negara al Mamlaka, Minggu (10/10/2021).

Perombakan tersebut akan menjadi yang keempat sejak Bisher al-Khaswaneh didapuk menjadi perdana menteri pada Oktober 2020, kata sumber resmi.

Khasawneh yang mengenyam pendidikan di Inggris, mantan diplomat veteran dan pembantu istana, ditunjuk oleh Raja Abdullah untuk memulihkan kepercayaan publik atas penanganan krisis kesehatan virus Corona dan meredakan kemarahan atas kegagalan pemerintah berturut-turut untuk memenuhi janji kemakmuran dan membatasi korupsi.

Pemerintah Khasawneh telah memenangkan pujian Dana Moneter Internasional atas penanganannya terhadap ekonomi selama pandemi dan telah menegosiasikan program IMF empat tahun senilai $1,3 miliar, menandakan kepercayaan pada agenda reformasi Yordania.

Ekonomi mencatat kontraksi terdalam dalam beberapa dekade tahun lalu, dilanda penguncian, penutupan perbatasan, dan penurunan tajam dalam pariwisata selama pandemi, tetapi pemerintah dan IMF sama-sama memprediksi rebound tahun ini sekitar 2 persen.