Warga Irak Berikan Suara Pilih Parlemen
Foto : Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi (tengah) memberikan suaranya di sebuah tempat pemungutan suara di Baghdad, Irak pada 10 Oktober 2021.

Jakarta, HanTer - Jutaan warga Irak pada Minggu (10/10/2021), menuju tempat pemungutan suara di seluruh negeri untuk memilih parlemen mendatang di tengah harapan bahwa hal itu dapat menyelesaikan krisis lama dari negara itu.

Para pemilih mengantri untuk memberikan suara mereka di 8.273 tempat pemungutan suara, terdiri dari lebih dari 55.000 tempat pemungutan suara, di Irak, yang dibuka pada pukul 7:00 pagi waktu setempat. Perangkat elektronik akan secara otomatis menutup proses pemungutan suara pada pukul 18:00 waktu setempat.

Menurut Komisi Pemilihan Tinggi Independen negara itu, hasilnya diharapkan akan diumumkan dalam 24 jam sesudahnya.

Memperhatikan bahwa pemilihan tersebut adalah yang pertama dilakukan tanpa memberlakukan jam malam, karena situasi keamanan di negara itu telah membaik, Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi memuji pemilihan tersebut sebagai pencapaian penting, dan meminta warga Irak untuk berpartisipasi dalam pemilihan untuk lebih lanjut mengubah situasi negara itu sendiri.

"Saya lebih suka menjadi pemilih pertama yang memberikan suara saya, dan kita semua harus bekerja untuk membawa perubahan, dan ini adalah kesempatan untuk mencapai itu," kata Mustafa al-Kadhimi kepada wartawan di menit pertama pemungutan suara di sebuah tempat pemungutan suara. di sekolah Baghdad.

Presiden Irak Barham Salih memberikan suaranya di sebuah pusat pemungutan suara di dalam Hotel Royal Tulip Al Rasheed Baghdad di Zona Hijau yang dijaga ketat di pusat Baghdad.

"Ini adalah hari yang tak terlupakan karena pemilihan awal adalah tuntutan populer dan kesempatan bagi Irak untuk bergerak menuju reformasi," kata Salih kepada wartawan.

Pemilihan parlemen Irak, yang semula dijadwalkan pada 2022, dimajukan sebagai tanggapan atas protes berbulan-bulan terhadap korupsi dan kurangnya layanan publik.

Menurut komisi pemilihan, sekitar 24 juta warga Irak memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka untuk 3.249 kandidat, mencalonkan diri secara individu dan dalam 167 partai dan koalisi, bersaing untuk 329 kursi di legislatif. Hermansyah