Ethiopia Luncurkan Serangan Udara Keempat dalam Seminggu di Tigray
Foto : Asap mengepul dari serangan udara di Mekelle, ibu kota wilayah Tigray, Ethiopia

Jakarta, HanTer - Ethiopia pada Kamis (21/10/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan udara lain di ibu kota Tigray yang dilanda perang, pemboman keempat minggu ini dalam kampanye yang katanya menargetkan fasilitas pemberontak.

Serangan terakhir ditujukan pada fasilitas yang saat ini melayani TPLF untuk pelatihan militer, kata juru bicara pemerintah Legesse Tulu, merujuk pada kelompok pemberontak Front Pembebasan Rakyat Tigray.

Namun tidak jelas apakah serangan itu berhasil, dengan juru bicara TPLF Getachew Reda mengatakan bahwa unit pertahanan udara kelompok itu berhasil menggagalkan misinya. "Saya bisa melihatnya mencoba untuk ketiga kalinya dan kita akan melihat apa yang akan terjadi," katanya.

Pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed telah terkunci dalam perang selama hampir satu tahun melawan TPLF, meskipun Tigray sendiri telah mengalami sedikit pertempuran sejak akhir Juni, ketika pemberontak menguasai sebagian besar wilayah paling utara Ethiopia dan sebagian besar militer mundur.

Tetapi pada hari Senin angkatan udara Ethiopia melancarkan dua serangan di ibu kota Tigray, Mekele, yang menurut PBB menewaskan tiga anak dan melukai beberapa orang lainnya.

Dan pada hari Rabu mereka mengebom gudang senjata TPLF di Mekele dan di kota Agbe, yang terletak sekitar 80 kilometer (50 mil) ke barat.

Seorang pejabat rumah sakit mengatakan bahwa serangan hari Rabu di Mekele melukai sedikitnya delapan orang, termasuk seorang wanita hamil.

Tidak ada laporan tentang korban dari serangan hari Kamis. Komunitas internasional telah menyuarakan kekhawatiran tentang serangan terbaru, yang menurut TPLF menunjukkan pengabaian terhadap kehidupan sipil.