Feltman Sebut Burhan Membajak dan Mengkhianati Aspirasi Rakyat Sudan
Foto : Jenderal tertinggi militer Sudan, Abdel Fattah al-Burhan

Jakarta, HanTer - Jenderal tertinggi militer Sudan, Abdel Fattah al-Burhan, telah membajak dan mengkhianati aspirasi rakyat Sudan untuk sebuah negara demokratis yang damai, menurut utusan khusus AS yang bertanggung jawab atas kebijakan Washington di Sudan, Selasa (2/11/2021).

Jeffrey Feltman, utusan khusus untuk Tanduk Afrika, mengatakan kepada wartawan bahwa "pemulihan segera pemerintahan demokratis di Sudan" adalah suatu keharusan.

Feltman terakhir berada di Khartoum, beberapa jam sebelum jenderal tinggi militer Sudan merebut kekuasaan dan memerintahkan penangkapan Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan pejabat pemerintah lainnya.

Burhan sebelumnya mengaku melindungi Hamdok, yang masih dalam tahanan rumah, dan negara dari perang saudara. Feltman mengatakan bahwa militer dan warga sipil memiliki peran penting untuk dimainkan dalam transisi. "Kami mendesak militer untuk membebaskan semua warga sipil yang ditahan sehubungan dengan peristiwa yang tidak dapat diterima pada 25 Oktober," kata pejabat AS itu.

Feltman juga mengatakan bahwa dukungan internasional, terutama dari AS, didasarkan pada transisi ke depan. “Saya pikir para jenderal [militer Sudan] akan menyadari bahwa mereka membutuhkan dukungan dari komunitas internasional ketika datang ke isu-isu seperti penghapusan utang pembangunan ekonomi, akses ke pembiayaan melalui Bank Dunia dan IMF,” tambahnya.

AS dan Eropa telah berulang kali menyerukan agar pemerintahan Hamdok dipulihkan. Dana Moneter Internasional (IMF) dan AS menangguhkan bantuan dan bantuan ekonomi setelah kudeta militer.

Burhan dan militer seharusnya menyerahkan kekuasaan dalam beberapa minggu mendatang kepada pemerintah yang dipimpin sipil sebagai bagian dari periode pasca-otoriter di bawah Omar al-Bashir.

Warga sipil masih memprotes di Sudan, menyerukan pemerintah yang dipimpin sipil untuk dipulihkan. Hermansyah