PBB Sangat Prihatin Terkait Kejahatan Houthi
Foto : Anggota milisi Houthi yang didukung Iran

Jakarta, HanTer - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengaku sangat prihatin dengan penangkapan dan penahanan dua anggota staf PBB di Sanaa Yaman oleh milisi Houthi yang didukung Iran pada awal bulan ini, kata PBB dalam sebuah pernyataan.

PBB juga mengutuk eksekusi terhadap 10 orang milik pasukan keamanan lokal yang terjadi di provinsi Hodeidah pada 13 November lalu. "Ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional dan hak asasi manusia internasional, yang harus segera diselidiki dan pelakunya dibawa ke pengadilan," kata pernyataan PBB itu.

Seperti diketahui, dua anggota staf PBB ditahan tanpa pembenaran atau tuduhan dan telah dicegah untuk berkomunikasi dengan keluarga dan kantor mereka, kata PBB, menambahkan bahwa mereka menerima jaminan dari milisi yang didukung Iran bahwa dua anggota staf akan dibebaskan.

PBB mengatakan bahwa mulai hari ini, anggota staf tetap ditahan, melanggar hak istimewa dan kekebalan PBB dan secara langsung bertentangan dengan jaminan yang kami terima minggu lalu. "Kami menyerukan pembebasan segera mereka," kata pernyataan itu.

Di sisi lain, Koalisi Arab mencegat dan menghancurkan drone bermuatan bahan peledak yang menargetkan bandara internasional Abha Arab Saudi pada hari Rabu kemarin.

Koalisi mengatakan telah terjadi eskalasi dalam upaya bermusuhan milisi Houthi Yaman untuk menargetkan warga sipil di bandara dan kota, dan bahwa pihaknya mengambil langkah-langkah operasional untuk menangani serangan lintas perbatasan.

Koalisi Arab melakukan operasi luas terhadap target di Yaman setelah mencegat dan menghancurkan drone. Hermansyah