Ngeri...! Kepala Intelijen Kiev Sebut Rusia akan Invasi Ukraina di Awal Tahun Baru
Foto : Ilustrasi pasukan Rusia di perbatasan

Jakarta, HanTer - Rusia sedang bersiap untuk menyerang Ukraina pada awal tahun depan, di mana Moskow dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 92.000 tentara di perbatasan, kata kepala badan intelijen pertahanan Ukraina kepada Military Times, akhir pekan lalu.

“Serangan seperti itu kemungkinan akan melibatkan serangan udara, artileri dan serangan lapis baja diikuti oleh serangan udara di timur, serangan amfibi di Odessa dan Mariupul dan serangan yang lebih kecil melalui negara tetangga Belarusia,” kata Brigjen Ukraina. Jenderal Kyrylo Budanov.

Budanov memperkirakan Rusia sedang mempersiapkan serangan pada akhir Januari atau awal Februari. “Serangan yang sedang dipersiapkan Rusia akan jauh lebih dahsyat daripada apa pun yang pernah terlihat dalam konflik yang dimulai pada tahun 2014 yang telah menewaskan sekitar 14.000 warga Ukraina,” tambah Budanov.

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia meningkat tahun ini ketika Moskow mengumpulkan pasukan di dekat perbatasan dan pertempuran meningkat di Ukraina timur. Hubungan kedua negara telah memburuk selama bertahun-tahun sejak aneksasi Rusia atas Krimea dari Ukraina pada Maret 2014.

AS, NATO, dan Kiev telah menyatakan keprihatinan mereka atas gerakan terbaru Rusia di dekat perbatasannya dengan Ukraina selama dua minggu terakhir.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan: “Upaya untuk menyelesaikan krisis Ukraina dengan kekerasan akan memicu konsekuensi serius… Ukraina kemungkinan besar mencari upaya lain untuk mulai menyelesaikan masalahnya sendiri dengan kekerasan, menciptakan bencana lain untuk dirinya sendiri dan semua orang di Eropa.”

Peskov mengatakan bahwa "histeria" Barat atas kemungkinan invasi Rusia ke Ukraina "meningkat secara artifisial."

“Mereka yang membawa angkatan bersenjata mereka ke luar negeri menuduh kami melakukan aktivitas militer yang tidak biasa di wilayah kami. Artinya, AS. Nah, ini tidak sepenuhnya logis dan tidak sepenuhnya layak,” tambah Peskov. Hermansyah