Almaty Sudah Kondusif, Meski Sebelumnya Toko-toko dan ATM Dijarah
Foto : Sebuah bangkai mobil yang ludes terbakar terlihat di depan gedung kantor walikota yang juga dibakar selama protes yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar di Almaty, Kazakhstan

Jakarta, HanTer - Almaty, kota terbesar di Kazakhstan, di mana sebagian besar kekerasan atas kerusuhan terkonsentrasi di sana, dikatakan kehidupan normal sudah kembali pada hari Minggu (9/1/2022), meskipun dengan mobil yang lebih sedikit dari biasanya.

Pasukan keamanan telah mendirikan pos pemeriksaan di sekeliling kota. Di tengah, jendela yang pecah, mesin ATM yang hancur dan bangunan yang dibakar menjadi saksi kehancuran atas kerusuhan yang dilatarbelakangi oleh kenaikan bahan bakar LGP itu.

Lapangan Republik utama, tempat kantor walikota yang hangus berada tetap tertutup untuk umum. Satu jalan menuju ke sana ditutup oleh polisi; yang lain diblokir oleh bus yang terbakar.

Dua kendaraan militer dengan senapan mesin terpasang melaju menuju alun-alun. Sebagian besar dari lusinan mobil sipil dan polisi yang dibakar selama kerusuhan telah dipindahkan pada hari Minggu.

Internet tetap sangat dibatasi, dengan akses hanya tersedia untuk situs web kepresidenan dan beberapa situs berita lokal lainnya.

Seorang juru bicara Magnum, jaringan supermarket terbesar, mengatakan dari 68 toko di Almaty, 15 telah sepenuhnya dijarah.

Staf di sebuah pusat perbelanjaan mengatakan bahwa kamera video menunjukkan para penjarah menyerang ATM, mengganti pakaian dan sepatu curian di toko-toko dan berjalan keluar dengan mengenakan dua atau tiga mantel.

Yerkin Zhumabekov, seorang manajer di mal, mengatakan: “Mereka tiba dengan mobil tanpa plat nomor di malam hari, mereka menghancurkan segalanya. Mereka mengambil semua yang mereka bisa, sepatu, pakaian, kosmetik.”