BPJAMSOSTEK Pluit Sosialisasikan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan ke Perusahaan Binaan
Foto : Sosialisasi Program JKP yang digelar BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Pluit, Rabu (28/4). (Ist)

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Pluit menggelar sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada perusahaan binaan, di Hotel Aston, Pluit, Jakarta Utara, Rabu (28/4/2021).

Kepala Cabang Kantor Jakarta Pluit Husaini menyampaikan, pihaknya saat ini terus menyosialisasikan 4 Program BPJAMSOSTEK serta Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sambil menunggu Peraturan Pemerintah yang detil mengatur program  JKP tersebut terbit.

“Mudah-mudahan tahun ini Program JKP sudah jalan dan sudah bisa melayani peserta di wilayah Jakarta Utara,” kata Husaini di Hotel Aston Pluit, Rabu (28/4).

Dijelaskan Husaini, program JKP tertuang dalam Pasal 46A UU Cipta Kerja sebagai revisi UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang menjadi dasar BPJS. Dalam Pasal 46A disebutkan bahwa pekerja atau buruh yang mengalami PHK (pemutusan hubungan kerja) berhak mendapatkan JKP melalui BPJAMSOSTEK. 

Sesuai namanya, sambung Husaini, program ini bertujuan untuk melindungi pekerja korban PHK melalui 3 manfaat, yaitu berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja.

JKP sendiri merupakan program kelima dari BPJAMSOSTEK setelah Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP). JKP sendiri sudah masuk dalam klaster ketenagakerjaan di Undang-undang (UU) Cipta Kerja.

Menurut Husaini, pelatihan kerja yang diberikan bisa berlangsung selama 6 bulan. BPJAMSOSTEK akan bekerja sama dengan lembaga yang kompeten untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut, di mana pekerja bisa meningkatkan keterampilan atau skill yang sudah dimiliki, bisa pula belajar skill baru dan kesempatan terbuka yang lebih luas.

Ditempat yang sama, Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Jakarta Pluit, Ridwan menambahkan, JKP bisa didapat pekerja anggota BPJAMSOSTEK yang kehilangan pekerjaan dengan sekurangnya sudah membayar iuran selama 24 bulan dan tidak pernah terputus pembayarannya.

"Kemudian tenaga kerja tersebut memang mengalami PHK, artinya tidak karena mengundurkan diri, dan usia penerima manfaat ini masih di bawah 54 tahun," ungkap Ridwan.

Selain JKP, sosialisasi yang dilaksanakan juga turut memberikan informasi detil perihal empat program BPJAMSOSTEK kepada perusahaan binaan  baik berupa manfaat dan pelayanan.

“Kami, BPJAMSOSTEK Jakarta Pluit juga akan bekerja sama dengan stakeholders di wilayah Jakarta Utara  untuk terus bisa melindungi pekerja,” pungkas Ridwan.