Mentan Manfaatkan Lahan Rawa Guna Wujudkan Indonesia Jadi lumbung Pangan 2045
Foto : Menteri Pertanian Amran Sulaiman

Banjar Baru, HanTer - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, di Indonesia terdapat sekitar 34 juta hektare lahan rawa yang  tersebar di 18 provinsi, atau 300 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, sekitar 9 juta hektare di antaranya cocok untuk pertanian namun masih dipandang sebelah mata. Besarnya potensi lahan rawa sebagai raksasa tidur yang harus dioptimalkan dengan pemanfaatan teknologi.

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahun dan teknologi hasil penelitian sumberdaya lahan rawa. Sehingga lahan rawa bisa produktif," ujar Amran dihadapan 1000 peserta yang mewakil petani, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, para pengambil keputusan, dan masyarakat umum lainnya pada acara Pekan Pertanian Rawa Nasional II, Rabu (17/10/2018). 

Amran menuturkan, pengembangan lahan rawa di Kalimantan Selatan tahun ini mencapai 4 juta ha, yang sudah terealisasi 2,6 juga ha. Pemanfaatan lahan rawa ini dilakukan secara bertahap sehingga produktivitas yang dulunya 2 ton per ha, menjadi 6 ton per ha.  “Kalau ini terealisasi, Indonesia sebagai lumbung pangan 2045 akan jadi kenyataan. Langkah strategis harus fokus. Kita fokus 2 tempat ini (Kalsel dan Sumsel). Karena bisa kita garap kurang ebih 700 sampai 1 juta ha,” ungkap Amran.

“Semua lahan rawa ini nanti bukan saja untuk 1 komoditas. Tapi untuk holtikultura, tanaman pangan dan peternakan. Kita prioritaskan padi, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai. Komoditas ini harus kita prioritaskan,” sambungnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makki mengatakan optimalisasi lahan rawa merupakan salah satu solusi mewujudkan ketahanan pangan, di tengah jumlah penduduk yang kian meningkat dan lahan pertanian yang semakin menyempit. Karenanya, pemanfaatan lahan rawa bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani hingga mengembalikan kejayaan Kalsel sebagai lumbung padi nasional.

“Biasanya satu tahun hanya satu kali tanam, begitu datang kemarau, mudah terjadi kebakaran, asap di mana-mana sampai mengganggu penerbangan. Tapi di HPS kali ini kita bangunkan raksasa tidur, hingga bisa dua sampai tiga kali tanam,” tegasnya. 

Perlu diketahui, rangkaian Pekan Pertanian Rawa Nasional II ini meliputi Launching Taman Sains Pertanian (TSP), Bimbingan Teknis pengelolaan lahan rawa, Gelar Inovasi teknologi Pertanian Lahan Rawa di TSP Lahan Rawa Banjarbaru, dan Pameran IPTEK dan Inovasi Pertanian Lahan Rawa. Pada kegiatan ini pun, Mentan Anran menyerahkan penghargaan kepada para Pemuda Tani Inovatif Lahan Rawa dari Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Barat.