Jakarta, HanTer - Direktur Mega Proyek dan EBT PT PLN (Persero) Muhammad Ikhsan Asaad menegaskan komitmen perseroan untuk terus melakukan transformasi dan mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) meski kondisi pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri.

Ikhsan menjelaskan kapasitas terpasang pembangkit EBT PLN pada 2020 mencapai sekitar 8 GW dari total kapasitas sebesar 63 GW. Sementara itu, capaian EBT pada 2020 dalam bauran energi nasional baru 11 persen.

"Kami masih ada celah untuk bisa mencapai produksi EBT pada 2025. Kami sudah memetakan dan mengeksekusi sejumlah proyek untuk mendorong bauran energi, tapi kondisi pandemi saat ini cukup membuat gap konsumsi listrik, permintaan pun anjlok," katanya, Senin (7/6).

Kendati demikian, Ikhsan mengatakan pihaknya melakukan optimalisasi aset eksisting, diantaranya dengan mempercepat penyelesaian pembangkit hydro dan panas bumi yang tengah dibangun dan mengimplementasikan pengembangan EBT.

Pengembangan EBT yang dimaksud meliputi konversi pembangkit diesel ke EBT serta menerapkan co-firing biomassa di PLTU.

"Kami berkomitmen untuk bisa mencapai 23 persen energi baru dan terbarukan pada 2025," katanya. (Ant)