Islamophobia & New Imperalisme

RS/***
Islamophobia & New Imperalisme
Ilustrasi

Oleh: Legisan S Samtafsir (Founder Al Balad)

Islamophobia itu ghazwul fikri , perang pemikiran yg berwujud sekularisme dan liberalisme, bahwa Islam cukup hanya utk urusan ketenteraman hati dan keshalehan pribadi. Islam tidak boleh menjadi penguat ekonomi apalagi politik. 

Di sisi lain, serangan itu berwujud tuduhan ekstrimisme, terorisme dan intoleransi, kepada Umat Islam yg ingin sungguh2 menjadi Muslim. Kritik kepada ketidakadilan oleh Umat Islam dianggap tindakan melawan penguasa dan mengganggu ketertiban umum.

Target dari Islamophobia itu tidak lain adalah umat Islam malu menunjukkan identitasnya sebagai Muslim di dunia publik. Apabila itu sudah berhasil, maka persatuan Umat Islam akan lemah. Islam akan kehilangan spirit perjuangannya. Yg dengan begitu maka tindakan apapun utk menguasai aset2 Muslim di Indonesia dan dunia akan mudah dijalankan.

DI SISI LAIN. 

Di era global saat ini, hubungan antara negara berlangsung liberal, tidak ada batas, yg karenanya terjadi hegemoni atau dominasi kekuatan suatu negara bahkan korporasi atas kelemahan negara atau korporasi lainnya. 

Hubungan bilateral atau bahkan multilateral bisa berlangsung secara asimetris, tidak seimbang. Hubungan itu antara pusat dan pinggir, di mana yg lebih kuat mendominasi yg lebih lemah. 

Hubungan itu terjalin melalui 3 jalur, yaitu UTANG LUAR NEGERI, PERDAGANGAN LUAR NEGERI & FOREIGN DIRECT INVESTMENT. 

Pemerintahan suatu negara akan sangat dicekoki dengan 3 jalur hubungan tersebut. JIKA, pemerintahan suatu negara itu lemah, maka ketiga jalur itu akan menjadi jalan perampasan kekayaan oleh yg lebih kuat.

APA HUBUNGANNYA DENGAN ISLAMOPHOBIA  .. ?

Apa hubungannya pembicaraan mengenai hubungan luar negeri tersebut dengan Islamophobia ???

Hubungannya sangat erat.

Ketiga jalur hubungan tersebut, jika terjadi dalam keadaan yg tidak simetris, maka akan terjadi ketidakadilan, ketimpangan, perampasan dan penjajahan.

Satu2nya (atau salahsatu) kekuatan yg akan bisa melawan penjajahan tersebut hanyalah ISLAM, karena secara intrinsik Islam memang anti ketidakadilan dan anti penjajahan. Dan jika Umat Islam sangat kokoh memegang teguh Islam, maka jalan penguasaan melalui 3 jalur di atas, akan mendapatkan perlawanan yg sangat keras. 

Maka cara agar perlawanan itu lemah, Umat Islam harus  dijauhkan dari agamanya. Kolam Umat Islam harus dikeringkan airnya, sehingga mereka lemah dan mati. 

Dan senjata yg paling ampuh utk itu adalah ISLAMOPHOBIA. Maka Islamophobia bukan cuma tidak boleh diberi tempat di negeri ini, bahkan harus dilawan.. !!!