Ditengah Pandemi, Kinerja Pertamina Kinclong, Mamit Apresiasi
Foto :

Jakarta, HanTer - PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan kinerja positif dengan mencetak laba bersih hingga Rp15 triliun sepanjang 2020, meski menghadapi tantangan pandemi COVID-19. Perusaaah pelat merah itu pun mendapatkan apresiasi terhadap capaian tersebut.

"Saya pertama mau sampaikan apresiasi karena mereka bisa mendapatkan keuntungan di tengah kondisi pandemi di tahun 2020 lalu. Hal ini bisa terjadi karena kerjasama semua pihak mulai level Direksi hingga pegawai di lapangan. Tanpa kerjasama mustahil hal itu bisa tercapai," ujar Mamit dilansir situsenergi.com.

Dia mengungkapkan, tidak mudah mendapatkan hal bagus itu di tengan pandemi, dimana harga minyak sempat jatuh ke level yang sangat rendah.

"Pastinya pandemi menyebabkan penurunan cukup besar terutama disisi retail atau penjualan BBM karena kita tahu mobilitas masyarakat begitu terbatas serta industri mengurangi kegiatan. Dengan demikian , ini berpengaruh pada penjualan Pertamina yang mana menguasai pasar ritel nasional. Padahal sektor hilir ini yang menyumbang pendapatan yang cukup besar," ujarnya.

Sementara di sektor hulu, pada 2020 adalah tahun tersuram bagi industri migas. Pandemi global membuat harga minyak terjun bebas, bahkan sempat ke minus. Tentunya ini berpengaruh pada kinerja hulu Pertamina karena harga minyak dunia turun yang diikuti dengan turunnya CP kita.

"Saya memproyeksi di tahun 2021 akan lebih optimis kinerja Pertamina. Vaksin yang dilakukan berdampak pada kegiatan ekonomi. Konsumsi bbm juga sudah mengalami peningkatan. Selain itu harga minyak dunia begitu melesat bahkan sampai ke level tertinggi dalam 2 tahun terakhir," ungkapnya.