BTN Dorong Digital Banking di Masa PPKM Darurat
Foto : Seorang nasabah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedang mengakses layanan mobile banking Bank BTN di Jakarta

Jakarta, HanTer - Dalam rangka mendukung langkah pemerintah yang tengah berupaya menekan laju penularan Covid-19 dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang masih terus diterapkan, Bank BTN mengoptimalkan layanan digital banking, seperti mobile banking, internet banking serta ATM.

Bank BTN juga menambah fitur Cardless Withdrawal, dimana nasabah dapat melakukan transaksi tarik tunai tanpa kartu di ATM, serta QRIS, fitur yang memudahkan nasabah bertransaksi dengan memindai QR Code melalui aplikasi mobile banking BTN.

Sebelumnya, bank plat merah itu juga telah mendorong aplikasi mobile banking milik perseroan menjadi menjadi super app, di mana Direktur Operation, IT, and Digital Banking BTN Andi Nirwoto mengatakan jika perseroan terus berupaya untuk mendorong kenyamanan nasabah dalam menggunakan mobile banking.

Ia juga mengatakan perseroan mulai mampu meningkatkan bisnis transaksi digitalnya dengan tetap fokus pada bisnis di rantai pasok sektor properti perumahan, terlebih menurutnya, kebutuhan nasabah terhadap mobile banking tidak lagi sekadar transaksi dan simpanan, tetapi juga lebih leluasa dalam mencukupi kebutuhan pembiayaan rumahnya. 

"Kami akan fokus pada pengembangan super app. Itu berbasis tetap pada bisnis kami KPR. Diperkirakan minimal bisa 15 persen hingga 20 persen growth untuk jumlah transaksi di digital channel ini dapat dijaga. Belanja IT kami tetap Rp 500 miliar tahun ini," katanya beberapa waktu lalu.

Andi juga mengatakan jika jumlah transaksi e-channels dari ATM, mobile banking, internet banking dan EDC per tahun lalu mencapai sekitar 20 juta. Tahun ini, emiten berkode BBTN ini menargetkan akuisisi merchant lokal dan nasional sebagai merchant mesin Electronic Data Capture (EDC) sebanyak 25.000.

Jumlah transaksi mobile banking Bank BTN tercatat melonjak hingga 52% yoy menjadi 65,62 juta transaksi pada bulan Juni 2021 atau naik dari 43,14 juta transaksi pada Juni 2020.