Insentif Pajak Super Deductible Dianggap Momok Oleh Pengusaha
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Adi Mahfudz Wuhadji mengakui pelaku usaha masih memandang insentif pajak super Kadin: Pengusaha lihat insentif deductible sebagai momok sehingga kesulitan memanfaatkannya.

"Bukan hanya super deductible tax kurang dikenal, tapi insentif pajak ini juga korban dari pajak lain. Misalnya karena keterlambatan bayar pajak khususnya PPN (Pajak Pertambahan Nilai), pelaku sudah kena denda, yang dari setiap denda ada lagi tambahan dua persen," kata Adi dalam webinar, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, penerapan insentif pajak super deductible untuk pelaku usaha yang menjalankan program vokasi juga terkesan mendadak. Program ini mestinya disosialisasikan terlebih dahulu kepada sebanyak mungkin pelaku usaha sebelum diterapkan.

"Paling tidak dengan disosialisasikan kita jadi memiliki pengertian atau understanding yang satu," imbuhnya.

Ia juga mengatakan saat ini program vokasi masih digencarkan secara parsial atau hanya oleh kementerian dan lembaga tertentu saja. Karena itu ia berharap ke depan kementerian dan lembaga pemerintahan dapat lebih harmonis dalam menjalankan reformasi struktural termasuk program vokasi ini. (Ant)