Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Rp14.223
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup menguat seiring fokus pelaku pasar yang mulai tertuju pada pertemuan The Fed pekan depan.

Rupiah ditutup menguat 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.223 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.253 per dolar AS.

"Dolar AS terkoreksi turun di sesi Asia hari ini walau masih dibayangi optimisme kenaikan setelah laporan retail sales AS semalam yang jauh di atas ekspektasi," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (17/9).

Penjualan ritel AS periode Agustus naik 0,7 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya yang minus 1,8 persen (yoy). Sementara itu, Indeks Manufaktur Fed Philadelphia secara tak terduga melonjak ke level 30,7 pada September dari sebelumnya 19,4.

"Fokus pasar saat ini adalah keputusan kebijakan The Fed yang dapat memberikan petunjuk kapan pengurangan aset akan dimulai," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Beberapa investor sekarang memperkirakan penurunan aset akan dimulai pada November karena wabah COVID-19 yang melibatkan varian delta kemungkinan menghambat pemulihan ekonomi pada kuartal ketiga.

The Fed akan menggelar pertemuan pada minggu depan untuk menjatuhkan keputusan kebijakan moneternya.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.268 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.212 per dolar AS hingga Rp14.270 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.233 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.238 per dolar AS. (Ant)