Rupiah Menguat Tajam Pasca Rilis Data Inflasi AS
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (14/10) ditutup menguat tajam pasca rilis data inflasi Amerika Serikat. Rupiah ditutup menguat 100 poin atau 0,7 persen ke posisi Rp14.118 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.218 per dolar AS.

"Penguatan rupiah ini efek dari pelemahan tajam dolar AS sejak kemarin malam setelah rilis data CPI AS," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Data inflasi AS periode September 2021 mencapai 0,4 persen (mom) atau 5,4 persen (yoy), sedikit naik dibandingkan bulan sebelumnya 0,3 persen (mom) atau 5,4 persen (yoy).

"Dari data CPI AS terlihat menunjukan inflasi bulanan ada peningkatan, namun pelaku pasar terlihat mewaspadai bahwa dengan naiknya inflasi ini maka ada kemungkinan terjadi pelemahan daya beli konsumen dalam beberapa waktu ke depan sehingga membuat USD melemah cukup tajam," ujar Nikolas.

Melansir Antara, rupiah pada pagi hari dibuka stagnan di posisi Rp14.195 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.098 per dolar AS hingga Rp14.195 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp14.155 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.221 per dolar AS. (Ak)