Rupiah Menguat ke Posisi Rp14.076
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, hanTer - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (19/10) ditutup menguat. Rupiah ditutup menguat 34 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp14.076 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.110 per dolar AS.

"Ada perbaikan sentimen pasar terhadap aset berisiko hari ini terutama didukung oleh membaiknya laporan penghasilan perusahaan di tengah pandemi," kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/10).

Selain itu, lanjutnya, terkoreksinya imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS hari ini juga membantu penguatan rupiah.

Yield obligasi tenor 10 tahun bergerak turun ke bawah 1,6 persen. Menurut Ariston, hal tersebut mungkin juga disebabkan oleh pandangan pengetatan moneter oleh bank sentral negara lainnya selain The Fed.

"Bank Sentral Inggris menebar wacana kenaikan suku bunga tahun ini, ECB menyatakan ada potensi pengurangan stimulus. Bank sentral Selandia Baru dan Korea sudah menaikkan suku bunga," ujar Ariston.

Dari domestik, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan keputusan tersebut sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah perkiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Suku bunga deposit facility dan suku bunga lending facility juga dipertahankan masing-masing sebesar 2,75 persen dan 4,25 persen.

Rupiah pada Selasa pagi dibuka menguat di posisi Rp14.068 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.068 per dolar AS hingga Rp14.090 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp14.080 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.096 per dolar AS. (Ant)