Tarif Layanan BI-Fast Nasabah Ditetapkan Rp2.500
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Bank Indonesia (BI) menetapkan harga layanan BI-Fast dari peserta ke nasabah maksimal sebesar Rp2.500 per transaksi dan sebesar Rp19 per transaksi dari BI ke peserta.

"Ini dari waktu ke waktu kita akan review dengan sasaran harga lebih murah lebih efisien," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Jumat (22/10).

Perry menyampaikan harga layanan BI-Fast lebih murah dibandingkan harga layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang mematok harga Rp2.900 per transaksi.

Bukan hanya soal harga, namun BI-Fast juga menawarkan keuntungan yang lebih baik dibandingkan SKNBI yakni real time setiap saat (24/7), lengkap (melayani berbagai instrumen dan kanal pembayaran), secure (dilengkapi dengan fitur fraud detection dan AML/CFT) serta efisien karena menggunakan proxy address sebagai alternatif nomor rekening.

Bank Indonesia juga mendukung jika peserta BI-Fast ingin memberikan harga yang lebih murah kepada nasabah demi meningkatkan volume transaksi.

"Kami sangat mendukung itu dan semakin banyak bisa untuk meningkatkan volume dan tentu saja semakin meningkatkan ekonomi dan keuangan Indonesia. Peluang ekonomi sangat besar masih banyak masyarakat yang belum dilihat dilayani oleh dunia keuangan termasuk sistem pembayaran," ujar Perry.

Lebih lanjut, Perry menyampaikan batas maksimal nominal transaksi BI-Fast pada tahap awal sebesar Rp250 juta per transaksi. Hal tersebut mempertimbangkan kelancaran sistem BI-Fast baik di penyelenggara maupun peserta, memberikan waktu shifting transaksi dari SKNBI ke BI-Fast, dan akan dilakukan review secara berkala sesuai aspek cemumuah (cepat, mudah, murah, aman, dan andal).

"Dalam penerapannya, bank dapat menyesuaikan batas nominal transaksi per nasabah di bawah Rp250 juta sesuai dengan risk appetite masing-masing bank," tuturnya. (Ant)