Infrastruktur jadi tantangan pengelolaan Tapera syariah
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Direktur Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fadilah Kartikasari mengatakan kesiapan infrastruktur menjadi salah satu tantangan bagi pengelolaan tabungan perumahan rakyat (Tapera) syariah agar bisa sejalan dengan pengelolaan Tapera konvensional.

"Pertama, kesiapan infrastruktur di organisasi BP Tapera sendiri. Apakah memang telah dibentuk unit syariah khusus yang menangani atau terkait dengan pemupukan dana syariah. Kemudian yang kedua adalah adanya risiko investasi. Jadi memang karena ini investasi, diperlukan diversifikasi instrumen investasi untuk meminimize risiko tersebut. Dan ini jadi suatu hal yang wajar tentu saja," ujar Fadilah dalam keterangan di Jakarta, Jumat (12/11).

Kemudian, lanjut Kartika, sekarang ini ragam produk investasi berbasis syariah di Indonesia masih terbatas, sehingga ke depannya perlu dilakukan pengembangan. Menurutnya, saat ini produk investasi berbasis syariah arahnya akan ke reksa dana syariah terlebih dahulu, sebelum ke produk investasi yang lain.

"Ini juga penting, karena untuk menjaga kepercayaan dari peserta yang memiliki concern terhadap aspek syariah," kata Kartika. (Ant)