Jokowi Nantikan Kontribusi BLU Bantu Pulihkan Ekonomi
Foto : Presiden Jokowi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan badan layanan umum (BLU), yang dimiliki kementerian dan lembaga negara dengan total aset Rp888 triliun, memberikan kontribusi signifikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Harapan saya kepada BLU dengan total 252 BLU, jumlah yang sangat besar dan berada di 21 K/L (kementerian/lembaga) dengan aset kelolaan sebesar Rp888 triliun dan total pendapatan Rp96 triliun, BLU bisa memberikan kontribusi signifikan pada pemulihan ekonomi nasional," kata Presiden Jokowi, dilansir Antara, Selasa (16/11/2021).

BLU adalah instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan keuntungan, dengan prinsip efisiensi dan produktivitas.

Presiden meminta agar BLU di semua sektor, baik itu kesehatan, pendidikan, pengelola dana, hingga UMKM agar dapat menerjemahkan perannya dengan baik untuk memulihkan ekonomi masyarakat. Selain itu, kata Presiden, meskipun di tengah pandemi COVID-19, BLU harus terus berpartisipasi dalam reformasi struktural, yang bermuara terhadap peningkatan pelayanan ke masyarakat.

"Untuk layanan kesehatan, BLU harus dapat menjamin kualitas layanan kesehatan yang profesional dan merata dan terstandardisasi di seluruh Tanah Air, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan dengan kualitas terbaik di RS terdekat dan menghadirkan layanan unggulan," ujarnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan total pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) telah mencapai Rp96,45 triliun atau 168 persen dari target tahun ini Rp58,8 triliun per 31 Oktober 2021 dan lebih tinggi dari realisasi periode sama 2020 Rp52,16 triliun.

Menkeu menegaskan pemerintah akan terus meningkatkan BLU menjadi institusi yang memberikan pelayanan yang semakin affordable, available dan sustainable. Artinya, masyarakat mampu menjangkau berbagai layanan BLU dan keberadaannya harus cukup memenuhi kebutuhan masyarakat serta sustainable dari sisi tata kelola keuangan BLU.

“Saya berharap BLU meskipun diberikan fleksibilitas dari sisi tata kelola keuangan tapi harus tetap akuntabel, baik dan transparan untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya. (Arbi)