UMKM Perlu Miliki Rencana Transformasi Bisnis
Foto : MenkopUKM, Teten Masduki. (Ist)

Jakarta, HanTer - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai para pelaku UMKM harus memiliki rencana bisnis yang tepat sebagai upaya transformasi usaha dari informal ke formal, yang tidak cukup hanya dengan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Tentu nanti business plan untuk yang mikro mungkin lebih sederhana, business plan untuk usaha kecil bisa lebih baik lagi, usaha menengah bisa lebih kompleks,” kata Teten, Rabu (24/11/2021).

Teten menyatakan terdapat tiga keuntungan bagi pelaku UMKM yang memiliki rencana bisnis, yaitu pertama, memudahkan para investor perbankan membantu UMKM. Kedua, UMKM dapat lebih mengetahui kapasitas usaha mereka dan bagaimana mereka dapat meningkatkan usahanya.

Terakhir, membantu pemerintah lebih presisi dalam membuat kebijakan yang dibutuhkan para pelaku UMKM baik dari sisi pembiayaan, pengembangan kewirausahaan, dan berbagai kebutuhan lainnya. “Sekarang ini kami kesulitan karena tidak ada business plan.​ Saya kira di banyak negara hal ini menjadi sangat fundamental untuk mereka (UMKM) bisa tumbuh berkembang,” ujar dia.

Ia mengaku pihaknya akan menyiapkan aplikasi tertentu yang memudahkan para pelaku usaha untuk menyusun business plan. Dengan itu, akan lebih mudah bagi perbankan agar lebih ramah untuk membantu pelaku usaha.

Presiden Joko Widodo disebut sudah memerintahkan agar porsi kredit perbankan untuk UMKM yang sekarang baru 19,8 persen, menjadi 30 persen pada tahun 2024 mendatang. Karena itu, lanjutnya, perlu ada perbaikan dari sisi perbankan maupun sisi UMKM.

“Saya telah banyak bicara dengan para direksi di Himbara (Himpunan Bank-Bank Milik Negara) supaya perbankan juga mulai merubah melakukan pendekatan baru, bukan lagi asesmen terhadap kecukupan agunan atau aset, tapi lebih ke kelancaran usaha,” sebut dia.

Untuk mencapai tujuan tersebut, UMKM dinilai harus didorong ke digital supaya bank mudah melakukan jejak digital laporan arus kas kesehatan keuangan dalam sektor itu. (Arbi/Ant)