Liburan Nataru,  Survei Kemenhub Catat 16 Juta Orang Berniat Mudik
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintah mengambil kebijakan untuk membatasi pergerakan masyarakat guna mengantisipasi lonjakan Covid-19 pada masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), khususnya varian Omicron dari luar negeri.

Dari survei yang dilakukan Kemenhub pada 7-18 November 2021, diperoleh data bahwa terdapat 16 juta orang yang akan melakukan mudik Natal dan Tahun Baru apabila ada pembatasan kapasitas dan pengetatan syarat perjalanan.

“Kualifikasi ini meliputi minat pergerakan masyarakat bila terjadi pembatasan kapasitas, apabila dilakukan PPKM level 3-4, dan apabila ada larangan melakukan perjalanan,” ujar Budi Karya dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Survei itu juga mendapati bahwa apabila ada PPKM Level 3 maka potensi pergerakan sebesar 15 juta orang. Selanjutnya, apabila ada larangan melakukan perjalanan maka perkiraan potensi pergerakan sebesar 10 juta orang. "Jumlah tersebut sangat signifikan berpotensi mengakibatkan lonjakan Covid-19 di daerah," ujarnya.

Menhub mengungkapkan pemerintah mengambil kebijakan untuk membatasi pergerakan masyarakat guna mengantisipasi lonjakan Covid-19, khususnya varian Omicron dari luar negeri.

Kemenhub akan mengkoordinasikan dan memastikan kesiapan sarana angkutan umum pada masa tersebut. Selain itu, juga melakukan pembatasan kapasitas dan jam operasional sarana angkutan umum di seluruh moda transportasi.

Menurut dia, aturan teknis terkait syarat perjalanan tersebut akan terus dikoordinasikan dengan seluruh pemangku kepentingan, baik Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, hingga TNI/Polri guna memastikan kebijakan berjalan dengan baik.

"Kita akan meningkatkan pengawasan protokol kesehatan dan implementasi PeduliLindungi. Jadi kita akan membuat sejumlah checkpoint di jalan tol dan jalan lainnya," pungkasnya. (Ak/Ant)