Sentimen Omicron Bikin Rupiah Keok ke Rp14.398
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (2/12) ditutup melemah dibayangi sentimen kekhawatiran terhadap varian Omicron dan juga percepatan tapering yang diperkirakan akan akan dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah melemah 51 poin atau 0,36 persen ke posisi Rp14.398 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.347 per dolar AS.

"Sentimen hari ini yaitu ada kekhawatiran terhadap varian Omicron yang sampai saat ini belum diketahui seberapa parahnya penyebaran tersebut, namun untungnya Indonesia masih belum ditemukan varian tersebut," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Selain itu, lanjut Nikolas, pelemahan rupiah disebabkan oleh harapan perubahan arah kebijakan moneter bank sentral AS oleh Gubernur The Fed Jerome Powell yang bisa saja lebih cepat dari perkiraan.

The Fed diperkirakan akan segera mengakhiri program pembelian obligasi sehingga bisa mulai melakukan perubahan tingkat suku bunga. "Isu ini terlihat yang menjadi sentimen utama dan membuat nilai rupiah melemah terhadap dolar AS," ujar Nikolas.

Sementara itu, jumlah kasus harian COVID-19 di Tanah Air pada Rabu (1/12/2021) kemarin mencapai 278 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,26 juta kasus. Sedangkan, jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 10 kasus sehingga totalnya mencapai 143.840 kasus.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.357 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.356 per dolar AS hingga Rp14.398 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis ditutup melemah ke posisi Rp14.378 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.353 per dolar AS.