Jasa Marga Utamakan Pemenuhan Fasilitas Bagi Disabilitas di Rest Area
Foto : Rest Area KM360 B Tol Semarang-Batang, Jawa Tengah. Antara

Jakarta, HanTer—PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business (JMRB) selalu mengutamakan pemenuhan fasilitas bagi penyandang disabilitas di Tempat Istirahat dan Pelayanan atau rest area jalan tol.

"Sebagai sarana pelayanan bagi pengguna jalan tol, rest area yang dikelola oleh anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., yaitu PT Jasamarga Related Business (JMRB), selalu mengutamakan Pemenuhan Standar Pelayanan minimum (SPM), termasuk pemenuhan fasilitas bagi penyandang disabilitas," ujar General Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasional PT JMRB, Meta Herlina Puspitaningtyas kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut Meta, hal tersebut merupakan bentuk upaya JMRB dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jalan tol, termasuk penyandang disabilitas agar merasa nyaman dan aman di rest area.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh JMRB untuk memenuhi kebutuhan bagi penyandang disabilitas, yaitu dengan menyediakan berbagai fasilitas umum berupa toilet khusus, tempat parkir khusus, ramp kursi roda, rambu informasi, dan lainnya.

Selain itu, petugas operasional rest area selalu siap membantu kebutuhan para pengguna jalan tol, termasuk penyandang disabilitas.

Sebelumnya PT Jasa Marga (Persero) Tbk, sebagai market leader jalan tol di Indonesia, berkomitmen untuk terus mewujudkan jalan tol berkelanjutan di Tanah Air.

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan sejumlah pencapaian kinerja positif dengan merealisasikan 5 Prioritas Kementerian BUMN yang selalu disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dalam menjalankan strategi bisnis perusahaan, yaitu nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia, inovasi model bisnis, kepemimpinan teknologi, peningkatan investasi, dan pengembangan talenta.

Pencapaian kinerja positif perusahaan juga mencerminkan fokus Jasa Marga Group dalam membangun sustainable corporation, yang tidak hanya mengejar return bagi pemegang saham, namun memperhatikan dampak lingkungan dan dampak sosial bagi para pemangku kepentingannya.