Tahun Ini, Subsidi Layanan Kereta Api Capai Rp3,2 Triliun
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,2 triliun untuk penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO) dan subsidi kereta api perintis pada 2022.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan penugasan kepada PT KAI (Persero) tersebut dalam rangka memberikan pelayanan kereta api yang selamat, aman, nyaman, sehat, dan terjangkau.

"Ada dana pemerintah sekitar Rp3,2 triliun lebih, dititipkan kepada PT KAI untuk melayani sekitar 250 juta pergerakan orang. Kami akan mengawal agar kegiatan PSO dan subsidi perintis ini bisa dijalankan dengan baik," kata Menhub, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Budi mengatakan anggaran tersebut telah melalui proses diskusi yang panjang dengan KAI dan dilakukan secara selektif, agar tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Rinciannya, untuk PSO sebesar Rp3,051 triliun dan subdisi kereta api Rp186,7 miliar. "Kita ingin memberikan kemudahan, kepastian, dan keselamatan bagi pengguna jasa kereta api. Untuk itu, unsur keselamatan dan pelayanan prima harus dipenuhi dengan baik," ujarnya.

Lanjut dia, pemerintah secara konsisten memberikan alokasi anggaran untuk PSO dan subsidi KA perintis. Dalam empat tahun terakhir, nilai kontrak anggaran PSO yaitu pada 2018 sebesar Rp2,27 triliun, 2019 Rp2,321 triliun, 2020 Rp2,519 triliun, dan 2021 Rp3,448 triliun. Sedangkan, nilai kontrak subsidi KA perintis yaitu pada 2018 Rp193,405 miliar, 2019 Rp183,960 miliar, 2020 Rp159,012 miliar, dan 2021 Rp211,706 miliar.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemenhub yang selama ini telah mendukung PT KAI melalui penugasan pelayanan PSO dan subsidi KA perintis.

"Kami berkomitmen untuk memenuhi penugasan yang diberikan dengan sebaik-baiknya sesuai standar pelayanan yang ditetapkan dan bisa memberikan nilai lebih kepada masyarakat. Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang semakin andal, efisien dan terjangkau," katanya. (Ak/Ant)