Realisasi Subsidi Energi 2020 Membengkak jadi Rp131,5 Triliun
Foto : Ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi subsidi energi yang terdiri dari subsidi elpiji, bahan bakar minyak hingga listrik total Rp131,5 triliun. Realisasi subsidi tersebut melonjak dari target yang ditetapkan tahun 2021 sebesar Rp110,5 triliun, atau lebih Rp21 triliun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan alasan pemerintah mempertahankan subsidi energi adalah demi menjaga daya beli masyarakat di tengah agenda pemulihan ekonomi nasional.

"Subsidi energi dipertahankan untuk bisa menjaga daya beli masyarakat terutama dalam pemulihan ekonomi," ungkap Arifin dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022).

Arifin memaparkan realisasi subsidi energi tahun 2021 sebesar Rp131,5 triliun yang terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji sebesar Rp83,7 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp47,8 triliun. Jumlah ini melonjak dari target sebesar Rp110,5 triliun yang terdiri dari Rp56,9 triliun subsidi BBM dan elpiji, serta Rp53,6 triliun subsidi listrik.

“Angka realisasi justru melesat dari target seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di Indonesia dan program pemulihan ekonomi nasional yang membuat pemerintah harus merogoh subsidi lebih dalam untuk sektor energi,” katanya.

Adapun, melansir Antara, angka realisasi subsidi energi pada 2020 tercatat hanya sebesar Rp95,7 triliun yang terdiri dari subsidi BBM dan elpiji sebanyak Rp47,7 triliun, serta subsidi listrik sebesar Rp48 triliun. "Tahun 2022, kami ada target baru bahwa subsidi untuk BBM dan elpiji diturunkan, tapi di sisi lain subsidi listrik akan meningkat," ujar Arifin.

Dalam paparannya, Menteri Arifin mengungkapkan target subsidi energi tahun ini sebesar Rp134 triliun yang terdiri dari subsidi BBM dan elpiji sebesar Rp77,5 triliun, serta subsidi listrik sebesar Rp56,5 triliun.

Program transisi energi yang digulirkan pemerintah dalam mengurangi konsumsi BBM dan elpiji pada kendaraan bermotor maupun pembangkit listrik turut berpengaruh terhadap target subsidi BBM dan elpiji sepanjang 2022.

Kemudian, program rasio elektrifikasi 100 persen yang diproyeksikan tercapai tahun ini juga membawa pengaruh terhadap peningkatan target subsidi listrik yang dicanangkan oleh pemerintah. (Arbi)