Rawat Kebinekaan Indonesia Lewat Musik, Barakarama Project Lakukan Eksplorasi Seni

Romi
Rawat Kebinekaan Indonesia Lewat Musik, Barakarama Project Lakukan Eksplorasi Seni
Bakarama Project/ ist

Jakarta, HanTer – Sosok Baruna Priyotomo yang dikenal sebagai penyanyi dan vokalis Elpamas kini punya wadah dan project baru.  Namanya Barakarama Project. Di sini ia bertindak sebagai founder, songwriter sekaligus lead vocal. 

“Ini adalah sebuah project yang mengangkat kembali keunikan dan kekayaan bunyi etnik di nusantara, menyatukannya dengan lirik yang memuat semangat kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi,” kata Baruna, Kamis (10/6/2021). 

Baruna  yang pernah merilis album solo “THY Name in My Title” pada 2014 ini punya alasan mengapa harus etnik dan mengapa hars beruatan lirik nasionalisme, 

“Dalam darah saya, ada darah pejuang. Eyang saya dulu pejuang kemerdekaan  di Yogjakarta, di jaman Pak Ahmad Yani,” ungkap Baruna  yang pernah tampil di rock opera show bersama mendiang Jockie Suryoprayogo, bersinergi dengan Teater Koma Riantiarno, dan diajak Addie MS menjadi tamu  dalam pementasan Twilite Orchestra.

“Mungkin   benar,  di atas  umur 40 an,  dengan jam terbang yang tinggi, hasrat menggelorakan  cinta  kebangsaaan, mengangkat seni etnik negeri sendiri  sudah tidak bisa dibentung lagi,” ungkap Baruna kelahiran Jakarta, 16 Juli 1967.

Selaku founder, Baruna merancang project ini sebagai wadah untuk melakukan eksplorasi seni, tak sekadar hanya musik, tapi juga  termuat unsur tari, teater,  dan  yang pasti kami ingin mengangkat seni tradisi Indonesia. 

Kata 'project' bisa ditafsir 'tidak berformasi baku' dan sangat terbuka pada hadirnya session musisi baru. 

Formasi Barakarama Project   saat ini adalah Baruna (vokal), Riffy Putri - Yuyun - Bunga (vokal), Toto Tewel dan Youslam (gitar), Ardy (bas), Estu Pradana (keyboards), Ihsan (biola), Hendrikus (perkusi) dan Rere (drums).

Rere  yang duduk di posisi drummer   menyebut, titik berat Barakarama Project adalah, mereka beralih dari industry music yang mainstream  menjadi penuh unsur etnik.

“Kita ingin merawat pluralisme, keanekaragaman budaya, bahasa, suku dan agama Indonesia. Dan sebagai seniman, kita bersuara lewat musik. Unsur etnik di sini menjadi penting,  agar kita tidak asing dengan budaya kita yang sangat kaya!”Rere berharap dalam waktu mendatang Barakarama Project bisa saja menggelar diskusi tentang membangung toleransi. 

Sementara itu, Riffi Putri, salah satu vokalis yang sangat matang jadi penyanyi cover vertion di kafe  kafe  dengan melantunkan  lagu lagu rock Barat mengatakan, saat bergabung  dengan Project   ini, ia menemukah hal baru yang menakjubkan.
“Ternyata menyanyikan lagu dari negeri sendiri, dengan musik etnik yang sangat indah itu seperti magic!  Sungguh pengalaman yang luar biasa indah!”

Nyanyian Bangsa

Baruna  yang pernah studi  tentang Sound Audio Engineering di Jerman pada akhir 1990 ini, dalam Barakarama Project, menulis lagu  dan lirik, sementara aransemennya digarap bersama dalam pola workshop oleh belasan musisi, misalnya untuk single yang baru dirilis - 'Nyanyian Bangsa' 

“Lagu ini  saya tulis bersama Adi Prasetio, lalu kami buat workshop aransemen  dengan melibatkan Ucok (biola) dan kawan-kawan musisi dari Yogya,” ungkap  Baruna.

'Nyanyian Bangsa'  sudah  masuk  ke digital platform Spotify, Joox, Deezer, iTunes, Langit Musik, dan videonya bisa disaksikan di YouTube. 

"Nyanyian Bangsa merupakan tema lagu yang menunjukkan komitmen kebangsaan personil Barakarama Project. Pada beberapa karya lainnya, sangat dimungkinkan  mereka naik panggung dengan busana etnik, misalnya," kata Dina, pencinta seni yang mendukung penuh karya Barakarama Project.