Rekok Baru Positif Covid-19 Harian Tembus 11.297 Orang

Arbi/ANt
Rekok Baru Positif Covid-19 Harian Tembus 11.297 Orang
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer – Kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah sebanyak 11.278  pada Rabu (13/1). Dengan demikian jumlah akumulatif konfirmasi paparan Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020 menjadi 858.043 kasus.

Dari jumlah akumulatif itu sebanyak 703.464 sembuh setelah pada Rabu ini bertambah 7.657 orang dan tambahan 306 orang meninggal sehingga total 24.951 meninggal. Dengan demikian, tambahan harian untuk kasus positif dan kematian ini merupakan rekor baru.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyebutkan rasio kasus positif COVID-19 di Indonesia yang mencapai 30 persen menyebabkan virus menjadi sangat cepat menular dan berdampak pada kasus yang semakin tinggi.

"Bahwa penularan virus dengan positivity rate 30 persen akan sangat cepat menular di masyarakat dan kasus akan menjadi sangat tinggi," kata Nadia dalam konferensi pers secara daring, Rabu (13/1/2021).

Dia menyebutkan angka positivity rate 30 persen di Indonesia meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya 10 persen. Sementara standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan pengendalian virus COVID-19 seharusnya dengan positivity rate maksimal 5 persen.

Nadia mengungkapkan meningkatnya angka kasus COVID-19 di Indonesia yang belakangan berada di rentang 10 ribu lebih kasus per harinya, tidak disebabkan oleh peningkatan kapasitas pemeriksaan sampel yang melonjak secara signifikan.

Menurut Nadia, peningkatan kasus COVID-19 yang semakin tinggi belakangan ini disebabkan oleh tingkat penularan yang semakin cepat di masyarakat. Selain itu, lanjut dia, peningkatan kasus juga imbas dari libur panjang di akhir tahun 2020 dan juga protokol kesehatan yang belum benar-benar diterapkan secara disiplin oleh masyarakat.

"Masyarakat masih belum betul-betul menerapkan protokol kesehatan 3M dengan benar. Ini tidak hanya berdampak pada risiko penularan semakin tinggi, tapi perilaku yang tidak optimal juga akan menambah kasus," kata dia.

Nadia juga menyinggung kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia yang bertambah hingga 306 jiwa pada hari ini. Dia mengatakan peningkatan kasus kematian ini mengindikasikan bahwa sistem pelayanan kesehatan mulai kewalahan dengan peningkatan kasus COVID-19. "Artinya kasus berat pun kini jadi tantangan kita untuk menanganinya," jelas dia.

Nadia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya pada daerah yang menerapkan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), untuk mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Masyarakat diimbau menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Terpisah, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo menegaskan kepada semua pihak agar tidak menjadikan protokol kesehatan sebagai mainan. "Masalah protokol kesehatan jangan dibuat bercanda, jangan dianggap mainan," katanya.

Hal itu ia tegaskan karena melihat masih banyak masyarakat yang tidak benar dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebagai contoh masker yang seharusnya menutupi bagian mulut dan hidung malah diturunkan ke bawah

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus melatih dan membiasakan diri menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, masyarakat juga diajak agar mulai melatih diri menggunakan masker saat tidur. Secara pribadi, Doni telah menerapkan hal itu dan tidak ada gangguan kesehatan. "Saya sudah berlatih memakai masker saat tidur tanpa dilepas dan bisa," katanya.

Ia menyakini jika masyarakat mau dan bersungguh-sungguh, maka penerapan protokol kesehatan yang benar dan berkelanjutan bisa dilakukan, termasuk saat tidur. Terakhir, ia berpesan dan mengingatkan semua pihak agar penerapan protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan memakai sabun agar terus dilakukan secara kolektif.