BPK Penabur Jakarta Gelar Talk Show Daring Mengapa Sekolah Masih Online?

Anugrah
BPK Penabur Jakarta Gelar Talk Show Daring Mengapa Sekolah Masih Online?
Talkshow : “Mengapa Sekolah ‘Masih’ Online?”. Tayang secara langsung via Zoom dan YouTube Channel BPK PENABUR Jakarta (30/01) Pukul 10.00-12.00 WIB serta dipandu oleh Sylvian Chrisyan, Kepala SMAK 1 PENABUR Jakarta, talkshow: 

Jakarta, HanTer - Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat sejak pertengahan Januari lalu. Vaksinasi bertujuan untuk menekan penyebaran pandemi Covid-19 dan agar masyarakat dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru. 

Namun, meskipun vaksinasi sudah berjalan pembelajaran di sekolah masih berlangsung online, seperti di BPK PENABUR Jakarta yang pada semester genap tetap melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Sylvian Chrisyan, Kepala SMAK 1 PENABUR Jakarta.

Hal ini berkaitan dengan keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “BPK PENABUR Jakarta selalu mengikuti aturan dan keputusan pemerintah. 

Mengenai apakah kedepannya akan tetap menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau blanded learning kami akan memantau dan mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang ada.” ujar Ir.Antono Yuwono, Ketua BPK PENABUR Jakarta memberikan kata sambutan pada talkshow : “Mengapa Sekolah ‘Masih’ Online?”. Tayang secara langsung via Zoom dan YouTube Channel BPK PENABUR Jakarta (30/01) Pukul 10.00-12.00 WIB serta dipandu oleh Sylvian Chrisyan, Kepala SMAK 1 PENABUR Jakarta, talkshow: 

dr. Siti Tarmizi, juru bicara program vaksinasi Covid-19 serta Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Direkotran Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

“Mengapa Sekolah ‘Masih’ Online?” menghadirkan narasumber yang memberikan pemahaman utuh kepada orang tua peserta didik di Indonesia mengenai alasan mengapa pembelajaran di sekolah masih berlangsung online.

Pada aspek kesehatan, dr. Siti Tarmizi, juru bicara program vaksinasi Covid-19 serta Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Direkotran Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan penjelasan mengenai penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah jabodetabek, bahayanya, dan sekaligus memotivasi agar masyarakat tetap menjaga kesehatan keluarga selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ia juga menjelaskan kaitan antara vaksinasi dengan pembelajaran online. 

Jumeri, Direktur Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Penjelasan tersebut diperlengkapi oleh Jumeri, Direktur Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang memberikan pemahaman akan pentingnya melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi anak usia dini/ pra sekolah, SD, SMP, dan SLTA selama masa 
pandemi Covid-19.

“PJJ adalah satu-satunya upaya untuk membentuk pelayanan kepada anak di Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Mengenai kesiapan tatap muka bergantung kepada keputusan pemda yang tertera pada SKB 4 Mentri, di Jakarta pemprov belum mengizinkan karena laju Covid-19 masih tinggi dan berbahaya jika diadakan sekolah offline. Pendidikan bermakna kolaborasi guru, ornag tua, dan anak. Guru tidak perlu khawatir karena banyak sumber penilaian, gunakan penilaian karakter dan kognitif," ungkap Jumeri.

Novita Tandry seorang psikolog anak dan remaja.

Pada akhir talkshow, Novita Tandry seorang psikolog anak dan remaja yang juga selebgram turut mengajak setiap orang tua peserta didik di Indonesia agar memahami kesulitan keluarga, guru, dan anak sebagai siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), serta tips mendampingi anak saat belajar dari rumah.