Bersikap Bijaksana

-
Bersikap Bijaksana

BIJAKSANA adalah fitrah manusia. Bijaksana adalah keadaan di mana jiwa selalu tenang dan berpikir jernih sebelum berucap dan bertindak.

Orang yang bijaksana secara mandiri dapat menentukan sikap tidak mudah terpengaruh pendapat yang tidak pas dari orang lain.

Manusia merupakan makhluk sempurna karena berakal dibanding makhluk lainnya. Karenanya seharusnyalah manusia senantiasa bersikap dan berperilaku secara bijaksana di muka bumi. Kita sebagai umat Islam seharusnya selalu meneladani Rasulullah yang selalu bijaksana dalam menghadapi segala sesuatu.

Buya Hamka pernah mengatakan, hikmah kebijaksanaan adalah anugerah istimewa  dari Allah kepada hamba-Nya. Allah memberikan hikmah kepada siapa saja yang dikehendaki. Barangsiapa yang dianugerahi hikmah ia memperoleh anugerah yang sangat banyak.

Hikmah kebijaksanaan adalah tiang yang kokoh bagi pertumbuhan pribadi.Timbulnya kebijaksanaan adalah karena ilmu, ketetapan hati dan meletakkan sesuatu pada tempatnya, serta menilik sesuatu berdasarkan nilainya. Dia dapat memilih mana yang benar dan salah, memilih mana yang patut dikerjakan dan yang patut ditinggalkan.
Ulama kharismatik itu mengatakan bijaksana adalah sendi kehidupan utama dalam menegakkan pribadi berkualitas. Dari sanalah tumbuh akhlak sebagai sendi keutamaan hidup. Mari kita menjadi orang-orang yang bijaksana.

Dalam al-Qur’an  dan menurut bahasa Arab  bijaksana atau kebijaksanaan itu  disebut dengan “al-hikmah”.  Dalam kosa kata bahasa Indonesia, kata hikmah mempunyai beberapa arti,  yakni  kebijaksanaan dari Allah, sakti atau kesaktian (kekuatan ghaib), suatu arti atau makna yang dalam dan sesuatu yang  manfaat.

Rasulullah  diutus oleh Allah agar mengajarkan persoalan kebijaksanaan kepada ummatnya ( alhikmah). Allah berfirman: ”Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu  Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu, dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-kitab dan hikmah (As Sunnah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS: al-Baqarah; 151).

Allah berfirman: “Allah memberi khikmah kepada siapa yang dikehendaki, barangsiapa yang diberi khikmah maka akan diberi kebaikan yang banyak, dan tidaklah mengambil pelajaran kecuali orang yang mempunyai akal” (QS: al-Baqarah; 269).  

Wallohu a'lambishshawab. 

(H Nuchasin M Soleh)

**Telah tayang di rubrik Renungan pada media cetak Harian Terbit edisi Rabu, 31 Maret 2021.