Pelajar SMA BPK Penabur Antusias Ikuti Sekolah Tatap Muka

Sammy
Pelajar SMA BPK Penabur Antusias Ikuti Sekolah Tatap Muka
Pelajar di SMA Kristen BPK Penabur Kelapa Gading Jakarta Utara antusias mengikuti uji coba sekolah tatap muka yang dilaksanakan perdana pada Rabu (7/4/2021). 

Jakarta, HanTer - Pelajar di SMA Kristen BPK Penabur Kelapa Gading Jakarta Utara antusias mengikuti uji coba sekolah tatap muka yang dilaksanakan perdana pada Rabu (7/4/2021). 

Trista Vania Kurniawan salah satu pelajar Kelas XI SMA Kristen BPK Penabur Kelapa Gading menyebutkan dirinya antusias untuk mengikuti belajar tatap muka meski ada perasaan sedikit khawatir. 

"Memang agak beda sih, gak semuanya datang. Cuman 6 orang aja yang datang," ujar Vania. 

Namun demikian ia yakin apabila menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat dan disiplin maka dia bersama teman-temannya dapat terlindung dari penularan virus Corona (Covid-19). 

"Ya sebenernya agak takut karena masih ada resiko Covid-19, tapi masih semangat sama sekolah dan belajar. Jadinya menurut saya selama mengikuti protokol kesehatan bisa berjalan dengan baik," tambah Vania. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Kristen BPK Penabur Kelapa Gading, Anthea Calista mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan baik bagi pelajar maupun guru dan petugas sekolah. 

"Kami sudah menyiapkan beberapa protokol kesehatan, siswa harus mencuci tangan terlebih dahulu, ada disinfektan dan hand sanitizer tentunya akan dibimbing ke jalur yang sudah disiapkan," ujar Anthea Calista. 

Dikatakannya para pelajar akan belajar dengan durasi cukup singkat selama masa uji coba sekolah tatap muka ini. 

"Mereka (siswa-siswi) belajar paling lama 5 jam dari jam 8 pagi sampai jam 12.30WIB Kita sudah siapkan peralatan nya agar siswa yang belajar di sekolah dan di rumah bisa mempelajari materi pelajaran yang sama," tambah Anthea Calista. 

Ketua BPK Penabur Jakarta, Antono Yuwono, menyebutkan pihaknya mengedepankan protokol kesehatan agar anak didik dapat belajar tatap muka dengan aman dan nyaman. 

"Intinya ini hari pertama kita melaksanakan kegiatan uji coba sekolah tatap muka. Nanti akan bergantian ada yang belajar di rumah dan ada yang di sekolah," kata Antono Yuwono. 

Ia menyebutkan pihak sekolah sudah menyiapkan sejumlah cek list standar operasional prosedur dan perlengkapan yang diperlukan dalam mendukung kegiatan belajar tatap muka yang aman. 

"SOP nanti ada cek list yang harus dilakukan, telah di verifikasi oleh Dinas Pendidikan DKI. Untuk peserta didik juga harus melaksanakan 5M beserta tambahan tidak boleh makan di kantin karena kantin nya tutup, tidak berkerumun atau ngumpul, dan langsung pulang ke rumah," jelas Antono Yuwono. 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sekolah tatap muka cukup berbeda dengan pembelajaran secara online atau daring. 

"Sehari belajar, besoknya libur untuk pembersihan disinfektan, besok laginya masuk lagi. Banyak yang ingin bersekolah langsung, karena memang ada hal-hal terutama yang menyangkut pendidikan karakter, seperti sosialisasi di tengah era disrupsi seperti sekarang ini," lanjut Antono Yuwono. 

"Kita akan siapkan pelajar kita untuk berkomunikasi dan bergaul dengan temannya. Ngobrol lewat layar laptop dan handphone berbeda dengan langsung. Jadi memang ada yang diperlukan sekolah fisik. Dengan vaksinasi meluas, kita harapkan pemerintah bisa semakin memperluas jangkauan vaksinasi," tandas Antono Yuwono.