Ziarah Kubur

-
Ziarah Kubur

ZIARAH kubur adalah salah satu ritual yang awalnya diharamkan lalu dibatalkan (manshukh) oleh Rasulullah menjadi suatu anjuran yang disunnahkan untuk dilakukan.

Namun, seiring berjalannya waktu, Rasulullah pun memperbolehkan orang-orang berziatah ke kuburan. Rasulullah bersabda: “(Dulu) Aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat.” (HR. Ibnu Majah).

Ziarah kubur yang kemudian dibolehkan oleh Rasulullah itu hakekatnya untuk mengingatkan kita pada keadaan orang-orang yang telah meninggal. Mengingat orang-orang yang telah ditinggalkannya. Dengan mengingat kematian, seseorang menjadi lebih berhati-hati dalam menjalankan hidupnya dan tidak mudah terbelenggu dalam perbuatan maksiat yang dilarang Allah dan Rasulullah.

Ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja tidak harus menjelang  datangnya bulan puasa atau pada pasca Ramadhan. “Kapan saja boleh. Mau menjelang puasa, sedang bulan puasa atau setelah bualan puasa, bebas saja," ujar Ustaz Abdul Somad.

Suatu ketika ‘Aisyah isteri Rasulullah bertanya kepada Rasulullah: Apa yang harus aku ucapkan bagi mereka (shahibul qubur) wahai Rasulullah? Beliau bersabda, ”Ucapkanlah, Salam sejahtera untuk kalian wahai kaum muslimin dan mukminin penghuni kubur. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului dan juga orang-orang yang diakhirkan. Sungguh, Insya Allah kami pun akan menyusul kalian”. (HR. Muslim).

Selain membacakan doa ketika berziarah kubur, hendaklah  para peziarah menjaga adab-adab saat ziarah kubur antara lain dengan ketulusan hati mengharapkan ridho dari Allah  Sebaiknya ketika menziarah dalam keadaan mempuyai wudhu, tidak duduk di atas kuburan, tidak meratap menangis, tidak berbicara kotor, tidak menjadikan makam sebagai tempat wisata melainkan untuk mengingat akan kematian kita yang tak tahu kapan dan dimana serta bagaimana saat-saat kita menghembuskan nafas terakhir.

Ketika telah masuk di area sekitar kuburan setidaknya membaca doa, Assalamualaikum ahlad diyaar minal mukminiina wal muslimiin. "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari golongan orang beriman, dan orang-orang Islam". 

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh) 

**Telah tayang di rubrik Renungan pada media cetak Harian Terbit edisi Rabu, 7 April 2021.