Meninggal Akibat Covid-19, Ahli Waris Terima Santunan BPJAMSOSTEK Rp222 Juta

Arbi
Meninggal Akibat Covid-19, Ahli Waris Terima Santunan BPJAMSOSTEK Rp222 Juta
SIMBOLIS: Penyerahan santunan BPJAMSOSTEK senilai Rp222.684.208 kepada ahli waris pekerja UPT AGD DKI Jakarta yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Salemba menyerahkan santunan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) senilai Rp222.684.208 kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 di tempat kerja.

Santunan secara simbolis diserahkan oleh Asisten Deputi Wilayah Bidang Pelayanan, Kantor Wilayah BPJAMSOSTEK DKI Jakarta, dr Merry Triwisatawati bersama Kepala Kantor Cabang (Kakacab) BPJAMSOSTEK Jakarta Salemba M. Izaddin, di Gedung Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (9/4/2021),

Kakacab BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Salemba, M. Izaddin dalam kesempatan itu menyampaikan turut  berduka cita atas meninggalnya almarhumah, dan berharap santunan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Tentunya dengan santunan tersebut tidak dapat menggantikan posisi almarhumah di sisi keluarga, namun apa yang sudah menjadi cita-cita almarhumah semoga dapat diwujudkan oleh keluarga,” ungkap Izan, sapaan akrab M.Izaddin.

Dinformasikan, almarhumah Shelly Ziendia Putri merupakan peserta aktif terdaftar program Penerima Upah di BPJAMSOSTEK Cabang Jakarta Salemba. Ia adalah pekerja di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Yang bersangkutan meninggal karena Penyakit Akibat Kerja (PAK) terdampak Covid-19,

"Kami menyerahkan santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Hal ini merupakan bentuk nyata hadirnya BPJS Ketenagakerjaan di saat peserta mengalami risiko di dalam pekerjaannya," ujar Izan.

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/8/HK.04/V/2020 tentang Perlindungan Pekerja/Buruh Dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja Pada Kasus Penyakit Akibat Kerja Karena Covid-19, diterangkan bahwa bagi pekerja peserta program BPJamsostek jika terpapar disetarakan dengan kecelakaan kerja yang berhak atas perawatan dan pengobatan.

Pemberian santunan diberikan berbeda-beda sesuai masa kerja dan upah yang dilaporkan. "Untuk almarhumah Shelly Ziendia Putri ini jumlah santunan yang diberikan kepada ahli waris sebesar Rp222 juta," ungkapnya.

Ahli waris almarhumah, yaitu kakak kandung bernama Rio, mengucapkan terimakasih kepada BPJAMSOSTEK atas santunan yang diberikan. "Santunan ini akan sangat bermanfaat bagi ahli waris. Kami sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada BPJS Ketenagakerjaan. Ini membuktikan bahwa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sangat bermanfaat," ungkapnya.

Sementara, dr. Winarto MARS. selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga memberikan apresiasi terhadap peran BPJAMSOSTEK dalam memberikan perlindungan kepada pekerja.

Ia menyebut, seluruh karyawan baik ASN maupun Non ASN di UPT yang dia pimpin, saat ini sudah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. "Ahamdulillah kami kebetulan memang seluruh pegawai kami terutama yang Non PNS sudah diikutkan dalam program ini. Jadi ketika ada rekan kita yang meninggal dunia karena covid-19, mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat untuk almarhumah yang ditinggalkan," jelasnya

Winarto berharap, kerjasama dengan pihak BPJAMSOSTEK bisa terus berjalan demi memberikan perlindungan jaminan sosial kepada keluarga besar UPT AGD. Terlebih, bidang tugas yang dilakukan pegawai di UPT tersebut cukup berisiko di saat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

"Mudah-mudahan kerjasama yang sudah terjalin ini bisa kami tingkatkan sehingga karyawan merasa aman dan terlindungi saat bekerja dari risiko apapun, termasuk saat ini misalnya dari covid-19."

"Harapan saya BPJS Ketenagerjaan bisa memaksimalkan perannya untuk seluruh tenaga kerja, tertama tenaga kami di UPT Ambulans Gawat Darurat karena pegawai kami adalah orang yang sangat berisiko di tengah pandemi ini," tandasnya