Turut Andil Memulihkan Kesehatan di Masa Pandemi, Perpusnas Dukung Perpustakaan Khusus
Foto : Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando/ ist

Jakarta, HanTer - Pada masa pandemi Covid-19, penguatan literasi bisa memainkan perannya untuk memulihkan kondisi kesehatan masyarakat. Perpustakaan di instansi kesehatan diminta agar memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dan mengantisipasi ancaman penyakit.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Muhammad Syarif Bando menyatakan perpustakaan yang ada di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memang merupakan perpustakaan khusus yang pengelolaannya untuk bidang kesehatan. 

Sesuai Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, perpustakaan khusus menyediakan bahan perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemustaka di lingkungannya. 

Kendati demikian, perpustakaan khusus harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Jadi mestinya perpustakaan Kementerian Kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang pada saat ini dunia menghadapi ancaman global pandemi, dan tidak hanya Covid-19 saya rasa. Tapi juga semua, ancaman-ancaman penyakit itu, harus menjadi pengetahuan sehingga nanti seluruh masyarakat Indonesia harus menjadi dokter terbaik bagi dirinya sendiri,” kata Syarif Bando dalam Pertemuan Nasional Perpustakaan Tahun 2021 bertema “Penguatan Literasi dalam Pemulihan Kesehatan Masyarakat di Era Pandemi” di Ruang Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (13/4/2021). 

Saat ini, perpustakaan mengalami transformasi menjadi tempat untuk berbagi ilmu pengetahuan. Dia mendukung perpustakaan di lingkungan Kemenkes agar turut berperan dalam mengedukasi masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dan memilah asupan bernutrisi.

“Yang semestinya Indonesia dengan jumlah tanaman herbal terbaik dunia terbanyak di dunia, mestinya Indonesia menjadi raksasa farmasi dunia satu sisi, dan di sisi yang lain dengan daerah tropis dengan segala macam tanaman yang ada mestinya Indonesia tidak boleh ada stunting karena makanan berlimpah di sekitar kita. Nah ini semua adalah menjadi tugas kita untuk bisa mengajarkan generasi di usia pendidikan dasar agar mereka mengerti berapa kalori dibutuhkan setiap hari, dan sumber-sumber itu semua ada di sekitar kita,” urainya.

Sejauh ini, Perpusnas sudah memberikan bantuan hibah buku untuk perpustakaan rumah sakit dan politeknik kesehatan. Pada masa mendatang, dia menginginkan adanya kerja sama pengembangan digital perpustakaan di bidang kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Perpusnas menjalin nota kesepahaman di bidang perpustakaan dengan Kemenkes. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Kepala Perpusnas dengan Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi.

Kepala Perpusnas juga menyerahkan sertifikat akreditasi untuk Perpustakaan Kemenkes yang meraih akreditasi A. Ini menandakan Kemenkes merupakan salah satu kementerian dengan pengelolaan perpustakaan terbaik di Indonesia.

Sementara itu, Sekjen Kemenkes Oscar Primadi menyatakan sertifikat akreditasi perpustakaan Kemenkes merupakan pengakuan dari Perpusnas atas kinerja instansinya. Pihaknya berusaha memanfaatkan teknologi informasi digital untuk pelayanan perpustakaan. Kemenkes sendiri sudah melanggan jurnal elektronik ilmiah internasional. Saat ini, Kemenkes telah memiliki katalog induk nasional kesehatan yang dirangkum dalam laman kink.onesearch.id. 

“Saya yakin berkat teknologi, berkat jejaring kita bangun ini, tentunya kita mempunyai kekayaan yang tidak kecil. Tinggal mampukah kita, mau nggak kita memanfaatkan itu semua. Karena ini kembali lagi kepada tema kali ini bahwa penguatan literasi amat sangat penting, artinya dalam rangka kita melihat dan membangun kesehatan masyarakat, apalagi di era pandemi seperti ini,” pungkasnya.

Ruang lingkup nota kesepahaman antara Perpusnas dengan Kemenkes meliputi pengembangan sumber daya manusia bidang perpustakaan dan kepustakawanan, pengembangan bahan pustaka dan jasa informasi, serta pengembangan sumber daya perpustakaan.