Ramadhan Melatih Disiplin

yp
Ramadhan Melatih Disiplin

ISLAM mengajarkan untuk berdisiplin. Telah ada ketetapan perbuatan ibadah yang menjadi kewajiban untuk menjalankannya dalam Islam antara lain sholat, puasa, menunaikan ibadah haji dan berzakat. Bila kewajiban itu dilaksanakan dengan tawadhu, sungguh-sungguh akan membentuk pribadi yang disiplin menaati aturan.

Ketika puasa Ramadhan saat dini hari bangun sebelum subuh untuk sahur dapat meningkatkan motivasi untuk selalu bangun pagi. Saat berbuka puasa pun dilatih untuk disiplin waktu dalam melakukan sesuatu untuk amal kebaikan, menajalankan tugas pekerjaan bagi orang-orang yang memiliki  pekerjaan tetap.

Berpuasa Ramadhan ternyata telah mengubah perilaku seseorang yang semula secara tidak teratur melakukan pekerjaan rutin  misalnya pada jam makan, bangun pagi atau  pergi ke masjid bisa menjadi teratur sesuai waktu   dimulai dari ketika  bangun dini hari untuk sahur hingga waktu maghrib berbuka puasa.

Berpuasa melatih orang untuk disiplin taat aturan meskipun dia sendiri sebenarnya bisa melanggar untuk hal-hal yang bisa membatalkan puasa karena tidak ada orang lain  tahu. Dengan demikan melatih kejujuran tidak membohongi diri sendiri dan melatih selalu ingat bahwa Allah maha melihat segala sesuatu yang kita lakukan.

Melalu puasa Allah SWT ingin menjadikan manusia agar bertaqwa sebagai manusia yang memiliki harkat kemanusiaanya dalam mematuhi ketentuan untuk dilaksanakan dan tidak melakukan dilarang agama. Dengan berpuasalah maka manusia dilatih mengendalikan penglihatan, pembicaraan, pendengaran sampai ke bagian perut dan  bagian bawah perut.

Seharusnya tidak hanya bermakna rutinitas mengharapkan pahala dari Allah dengan menahan lapar dan dahaga, serta menjauhi segala larangan yang membatalkan puasa, tetapi bagaimana memaknai puasa Ramadhan yang banyak mengajarkan kedisiplinan itu. Ketika bangun sahur sebagai persiapan berpuasa merupakan latihan mempersiapkan sesuatu ketika akan melakukan  pekerjaan. Ketika sahur pun harus tepat waktu tidak melanggar batas waktunya sehingga sah puasanya sehingga melatih sholat subuh bisa tepat waktu. Ketika  berbuka puasa pun tepat waktu sehingga melaih disiplin waktu makan atau  untuk suatu keperluan. 

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh) 

** Telah tayang di rubrik Renungan pada media cetak Harian Terbit edisi Kamis, 22 April 2021