Ramadan Latihan Kesabaran

-
Ramadan Latihan Kesabaran

RAMADAN disebut sebagai bulan kesabaran untuk sabar menahan lapar, haus dan hal-hal lain yang bisa membatalkan puasa agar menjadi orang-orang  bertakwa. 

Dari Abu Said al Khudri, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang berusaha untuk sabar, maka Allah akan menjadikannya mampu bersabar. Tidak ada pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran” (HR. Bukhari-Muslim).

Manakala sabar telah dapat terbentuk melalui puasa akan terbentuk pula ketaatan pada Allah, sabar menghadapi musibah dan cobaan, sabar menjauhi hal-hal yang diharamkan, dalam menahan keinginan, sabar ketika dalam kekurangan (kemiskinan), juga sabar ketika berada dalam kelebihan (kekayaan). Allah berfirman: “.....sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”(QS Al Baqarah:153).

Namun banyak orang tidak sabar menghadapi semuanya itu karena dorongan nafsunya masih mendominasi mengalahkan potensi rohaninya. Ketika kita gagal bersabar dan masih memperturutkan hawa nafsu bisa merusak pahala puasa. Namun ketika bisa bersabar saat berpuasa bukan berarti membiarkan kesewenang-wenangan dan kemungkaran terjadi di depan mata, tidak boleh tinggal diam apabila menyaksikan ada orang berpesta minuman keras pada bulan Ramadan. Dengan mencegah setidaknya melaporkan pada yang berwajib.

Kehadiran Ramadan merupakan pendidikan spiritual sangat bermakna dapat mengembalikan potensi rohani yang telah dirusak oleh hawa nafsu. Sabar merupakan upaya optimal dalam mencapai keridhaan Allah. Ada saatnya kita harus diam, ada saatnya harus bicara tapi ada saatnya harus melakukan sesuatu untuk melawan kemaksiatan.  Dengan berpuasa yang baik dan benar sesuai syariat dapat menghapuskan dosa dan menguatkan keimanan.

Dalam keadaan berpuasa boleh jadi dorongan nafsu untuk makan atau minum agar segera terpenuhi, namun pada saat berbuka puasa tiba meski hanya seteguk air atau sebiji kurma masuk melalui kerongkongan maka keinginan yang telah tertahan sejak terbit fajar seakan lenyap seketika, berkat dari kesabaran. 

Wallohu a’lambishshawab

(H Nuchasin M Soleh)

** Telah tayang di rubrik Renungan pada media cetak Harian Terbit edisi 23 April 2021