Ramadan Bulan Muhasabah Diri

-
Ramadan Bulan Muhasabah Diri

BOLEH jadi seseorang merasa telah cukup melaksanakan ibadah yang diperintahkan agama sehingga nyaris lupa diri  bahwa sesungguhnya masih banyak kesalahan dan kekurangan pada dirinya. Di bulan Ramadan inilah saatnya untuk bisa lebih banyak introspeksi atau muhasabah diri.

Untuk melakukan muhasabah diri hakekatnya bisa dilakukan setiap waktu kapan dan dimanapun kita berada. Namun Ramadan merupakan bulan yang baik untuk bermuhasabah diri karena Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan ampunan.

Muhasabah secara etimologis adalah melakukan perhitungan, sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam semua aspeknya, baik secara vertikal, hubungan manusia  dengan Allah maupun  secara horizontal hubungan  dengan sesama manusia  dalam kehidupan sosial.

Agama mengajarkan pentingnya bermuhasabah untuk mengetahui hakekat diri kita sendiri, evaluasi kesalahan apa yang telah dilakukan dan menindak lanjuti dengan melakukan perbaikan untuk kehidupan dunia akhirat.

Dari Syadad bin Aus,  Rasulullah bersabda: "Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT". (HR. Imam Turmudzi).

Al Qur’an mengingatkan :"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan".( Q.S.Al-Hasyr 18).

Untuk itu tetap bersandar pada Allah. "Dan bertawakkal lah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya, dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya" (QS Al-Furqan:58).

Umar bin Khattab sahabat Rasulullah pernah pula bersabda;“Hisablah dirimu sendiri sendiri sebelum dirimu dihisab (pada hari kiamat), dan timbanglah amal perbuatanmu sendiri sebelum perbuatanmu ditimbang (pada hari kiamat).” (HR Imam Ahmad dan At-Tirmidzy). 

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh) 

*"Telah tayang di rubrik Renungan pada media cetak Harian Terbit edisi Selasa, 27 April 2021