Mendidik Anak Berpuasa

-
Mendidik Anak Berpuasa

ANAK adalah amanah dan karunia dari Allah yang juga merupakan ujian, yakni bagaimana bisa mengarahkan mereka menjadi anak sholeh dan sholehah, mengikuti jalan dan syariat Allah. Ramadhan merupakan kesempatan baik bagi orangtua mendidik anak-anaknya yang masih kecil untuk merasa gembira turut berpuasa.

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”  (Q.S. Al Kahfi:46).

Melatih anak-anak beribadah sejak dini sebagai wujud mengikuti yang diingatkan Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka....” (QS At-Tahrim: 6).

Para sahabat Nabi pada jamannya sudah mendidik anak- anak mereka sejak dini untuk berpuasa dan ibadah lainnya agar terbiasa sejak kecil. Rasulullah memerintahkan para orang tua agar menyuruh anaknya shalat ketika berusia 7 tahun dan memukul mereka (jika menolak shalat) ketika berusia 10 tahun. (HR Ahmad dan Abu Daud).

Saatnya Ramadhan sebagai jalan awal melatih anak-anak berpuasa, bisa dilakukan secara bertahap misalnya berpuasa setengah hari sampai dhuhur terlebih dahulu untuk melatih disiplin waktu kemudian terus ditingkatkan sesuai kemampuan dan kondisi fisiknya. Selain itu diajarkan juga secara umum aturan, syarat rukun berpuasa, antara lain tidak boleh berbohong dan lainnya yang sifatnya ringan.

Melatih anak-anak berpuasa akan memberikan pembelajaran menguatkan tauhid dan mempertebal keimanan, mendidik anak melalui ibadahnya berkomunikasi dengan Allah. Dengan berpuasa melatih mereka agar peka dan jujur terhadap diri sendiri dan lingkungannya, terlatih sabar dan berakhlak mulia sehingga menumbuhkan daya tahan dan juang dalam melakukan kebaikan. 

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh)

**Telah tayang di rubrik Renungan pada media cetak Harian Terbit edisi Rabu, 27 April 2021.