Merdeka Belajar, Cita-cita Ki Hajar Dewantara

yp
Merdeka Belajar, Cita-cita Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara. (wikipedia)

JAKARTA - Merdeka Belajar yang kerap dikumandangkan ternyata bukan ide Menteri Nadiem Makarim. Sesungguhnya, Itu adalah cita-cita Bapak Pendidikan Nasional, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Bagi Ki Hajar Dewantara, pendidikan harus menempatkan kemerdekaan sebagai syarat dan tujuan membentuk kepribadian peserta didik. Pemikiran ini bisa jadi didasari atas pengalamannya sebagai pribumi yang merasakan martabatnya begitu jatuh saat mengikuti pendidikan kolonial Belanda.

Salah satu pendiri Taman Siswa pada 3 Juli 1922 ini meyakini pembentukan kepribadian akan menghasilkan batin bangsa Indonesia yang merdeka. Ini akan membuat seseorang selalu berdiri membela perjuangan bangsanya.

Pendidikan dalam cita-cita Ki Hajar Dewantara tidak boleh menghadirkan sebuah paksaan.  Sejumlah azas harus ditati.

Azas kemerdekaan menjadi syarat nomor satu. Ki Hajar Dewantara memberi kebebasan yang harus menciptakan tertib damainya hidup bersama.

Asas kedua adalah menetapkan pengajaran harus memberi pengetahuan yang berfaedah, dalam arti lahir dan batin. Dalam asas ini Ki Hajar menegaskan kembali tentang kemerdekaan bagi anak didik yaitu diaplikasikan kepada cara didik untuk berfikir tidak mengakui buah pikiran orang lain.

Selain itu, yang menjadi azas ketiga adalah pendidikan harus berdasarkan kebangsaan dan menuju arah perikemanusiaan.

Asas keempat, mementingkan tersebarnya pengajaran bagi rakyat umum. Ini didasarkan pada kerakyatan, yaitu cita-cita pendidikan yang mampu menciptakan kesadaran lahir maupun batin kearah perikemanusiaan dan berdasarkan kerakyatan.

Kelima adalah azas pendidikan harus mampu mengubah watak dan sikap bangsa untuk menjadi bangsa yang mempunyai derajat yang tinggi dan sejajar dengan bangsa lain.

Asas keenam, mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan berjiwa ketimuran.

Asas ketujuh, yakni menolak pendidikan yang hanya mengajarkan masyarakat hanya menjadi masyarakat pekerja yang lupa akan tujuan hidup. Oleh karena itulah KHD berusaha untuk mengenalkan konsep pendidikan dan pengajaran yang mampu membuat masyarakat menjadi manusia seutuhnya. (yp)