Ramadhan, Rajacoin Berbagi dengan Anak Yatim

Safari
Ramadhan, Rajacoin Berbagi dengan Anak Yatim

Jakarta, HanTer - Rajacoin Indonesia dibawah naungan PT Mahkota Teknologi Indonesia (MTI) berbagi berkah Ramadhan sekaligus buka puasa bersama dengan anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Anugerah. Berbagai berkah Ramadhan ini berlangsung di Hotel Ibis, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (11/5/2021). 

 

Dalam sambutannya Alamsyah Sinurat yang merupakan sahabat CEO Rajacoin, Andry Oktavianes mengatakan, berbagi kepada pihak lain seperti anak yatim bukan hal baru. Karena sahabat di Rajacoin itu orang yang suka berbagi.

 

"Beliau memiliki visi bisnis dan visi sosial, dan tidak bisa melihat orang lain susah," kata Alamsyah. 

 

Saat ini, menurut Alamsyah, bisnis cryptocurrency banyak yang berminat untuk bergabung. Masuknya Rajacoin, sebagai instrumen baru komoditi Indonesia. 

 

Andry Oktavianes setelah acara berbagi dengan yatim-piatu dari Panti Asuhan Anugerah menjelaskan, Rajacoin adalah crypto digital aset yaitu perdagangan token atau koin yang menggunakan mata uang digital berbasis tekhnologi blockchain ethereum yang terdesentralisasi.

 

"Rajacoin sendiri menggunakan crypto digital aset, dan telah sesuai dengan regulasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)," ujarnya. 

 

Andry meluruskan berbagai isu bahwa Rajacoin bukan bisnis investasi melainkan murni jual-beli koin atau token. Rajacoin murni jual beli koin, dimana seseorang menaruh dananya untuk membeli koin. 

 

"Rajacoin tidak pernah menawarkan bisnis model  di Luar standart operation  lrosedur (SOP) pemasaran dan penerimaan nasabah aset fisik cripto, tidak  seperti yang ditawarkan dalam skema investasi di beberapa media sosial berupa informasi yang menyesatkan," katanya. 

 

Andry menjelaskan, adanya pemberitaan yang ada di media saat ini pihaknya mengapresiasi karena bisa  dianggap sebagai laporan informasi yang perlu diklarifikasi dan ditindaklanjuti. 

 

Andry mengungkapkan semua member resmi dari RajaCoin masih bisa log-in dan beroperasi penuh secara normal sebagaimana biasanya, Sesuai dengan Syarat dan Ketentuan yang telah ditetapkan. 

 

"Saat ini ada pihak yang mengatasnamakan Rajacoin untuk melakukan dugaan penipuan. Sehingga ada masyarakat yang dirugikan oleh ulah pihak tersebut," ujarnya. 

 

Sebagai contoh, lanjut Andry, pihaknya pernah mengetes melakukan transaksi melalui akun media sosial mengatasnamakan Rajacoin. Dan yang mencengangkan adalah transaksi itu dikirimkan ke rekening pribadi atas nama SM, padahal Rajacoin yang dikelolanya setiap transaksi masuk ke rekening PT MTI. 

 

"Beberapa waktu lalu Rajacoin sudah bekerja sama dengan Prestige Motorcars dalam industri otomotif. Dengan kerja sama tersebut, maka Rajacoin hadir sebagai aset digital yang memiliki utilitas," terang dia. 

 

Rajacoin, masih lanjut Andry, berkomitmen untuk terus melakukan perluasan kerja sama dengan berbagai industri. Perluasan kerja sama ini tentu membutukan proses yang cukup panjang. Dia menambahkan, prospek bisnis crypto digital asset di Indonesia kedepannya sangat menjanjikan dan menguntungkan. 

 

"Dimulai dari Bitchcoin tahun 2010, bisnis crypto digital aset semakin marak dan sangat menjanjikan. Apalagi pada saat pandemi Covid-19 sangat terasa sekali manfaatnya," tandasnya.

 

Di akhir kesempatan, Alamsyah Sinurat yang juga merupakan seorang advokat senior menyarankan agar pihak yang mengatasnamakan Rajacoin dan merugikan masyarakat untuk segera diproses secara hukum. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kepercayaan masyarakat kepada Rajacoin.

 

"Dalam waktu dekat Rajacoin akan melaporkan pihak yang merugikan masyarakat mengatasnamakan Rajacoin," tegasnya.

#Ramadhan   #puasa   #yatim