Ketika Ramadan Usai
Foto :

RAMADAN 1441 H telah dipenghujung perjalanan, selama sebulan penuh umat Islam menjalankan ibadah puasanya. Kita berharap dari berbagai amalan ibadah yang kita lakukan selama Ramadhan bisa membekas dalam diri kita untuk dipilih yang baik  dan selanjutnya bisa dilakukan pada bulan-bulan lain setelah Ramadhan. 

Ramadhan sebentar lagi berlalu bukan berarti ibadah-ibadah yang dilakukan selama Ramadhan juga usai dan berlalu begitu saja.  Justru bulan Ramadan merupakan momentum untuk hijrah agar bisa semakin baik dalam ibadah pada Allah.

Sungguh betapa syukurnya kita pada Allah yang telah memberikan karunia nikmat menambah iman dan ketaqwaan dalam bulan Ramadhan. Amalan ibadah yang kita lakukan dengan ikhlas  semoga mendapat balasan yang baik untuk dunia dan akhirat. 

Rasulullah bersabda :”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada beberapa amal kebaikan yang bisa dilakukan setelah Ramadhan. Puasa sunnah Syawal enam hari dibulan Syawal memiliki keutamaan khusus dengan pahala yang menjanjikan. Puasa Syawal dilakukan mulai 2 Syawal boleh secara berturut-tuut sekaligus 6 hari atau secara berselang hingga akhir  Syawal. Rasulullah bersabda:”Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).

Kalau dibulan Ramadhan kita dilatih untuk sholat berjamaah, juga sholat sunnah tarawih maka ketika Ramadhan usai hendaklah kewajiban sholat wajib dan berjamaah dimasjid  dapat terus dilakukan dengan baik dan semangat, jangan sampai menjadi redup tak terjaga lagi pelaksanaan ibadahnya.

Allah berfirman:” Aku wajibkan bagi umatmu sholat lima waktu. Aku berjanji pada diriku bahwa barang siapa yang menjaganya pada waktunya, Aku akan memasukkannya ke dalam surga. Adapun orang yang tidak menjaganya, maka aku tidak memiliki janji padanya’.” (HR. Sunan Ibnu Majah).

Pada saat Hari Idul Fitri  sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia terutama muslim untuk saling mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri  yakni ‘ Minal Aidin Wal Faizin kemudian disusul dengan perkataan Maaf Lahir dan Batin, seolah arti Minal Aidin Walfaizin  itu “mohon maaf lahir batin’’. Padahal Minal Aidin Wal Faizin itu artinya: “Kita kembali  dan meraih kemenangan” . Maaf memaafkan diucapkan kapan saja bukan secara khusus pada menjelang puasa atau pada hari Raya Idul Fitri.

Ucapan selamat Idul Fitri yang pas yakni: "Taqabbalallahu minnaa wa minkum" yang artinya  "Semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadhan) kami dan kamu".  

Wallohu a’lambishshawab.

(H Nuchasin M Soleh) 

**Telah tayang di rubrik Renungan pada mesia cetak Harian Terbit edisi Selasa, 11 Mei 2021