RS Diimbau Percepat Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Arbi
RS Diimbau Percepat Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi
Pelantikan Pengurus IAMARSI 2021-2024. (Ist)

Jakarta, HanTer - Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menjadi tantangan bagi rumah sakit di Tanah Air untuk terus beradaptasi. Sayangnya, para tenaga ahli manajemen dan administrasi rumah sakit terlalu asik dengan kesibukan internal hingga lupa beradaptasi dengan perkembangan dunia luar.

Demikian disampaikan Pembina Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI), Dr. dr. Supriyantoro, SpP, MARS, dalam pelantikan Pengurus IAMARSI 2021-2024, pada pekan lalu.

"Rumah sakit dihadapkan dengan tantangan yang sangat banyak, apalagi saat ini. Maka dari itu,  perkembangan teknologi perlu kita sikapi agar jangan sampai kita diperalat teknologi. Sebaliknya, kitalah yang harus mampu memanfaatkan teknologi,” kata Dr. dr Supriyantoro, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/6/2021).

Diungkapkan, perkembangan teknologi berisiko mematikan sejumlah profesi dan bidang usaha tertentu, kendati profesi di bidang kesehatan tidak akan menjadi korban. Sebab, kemajuan teknologi di bidang kesehatan tetap memerlukan sentuhan kemanusiaan.

Maka dari itu, para anggota IAMARSI diharapkan ikut serta meningkatkan tata kelola rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Manajemen dan pelayanan di rumah sakit tidak boleh jauh tertinggal dari bidang bisnis lainnya. Caranya dengan mengubah perilaku manajer rumah sakit.

"Kita perlu melihat bagaimana manajemen dan pelayanan di bidang lainnya seperti bank dan hotel. Makanya saya berpesan para anggota IAMARSI melepas baju almamater mereka. Dalam IAMARSI, kita bukan lagi lulusan UI, UGM, Unair, Unhas, atau lainnya. Kita adalah satu," tuturnya.

Ketua Umum IAMARSI, dr. Hariyadi Wibowo, SH, MARS, juga mengajak para anggota IAMARSI untuk bersatu padu berkontribusi membangun bidang kesehatan bangsa Indonesia.

“RS saat ini sangat-sangat disorot terkait pelayanannya pada masyarakat. Sekali lagi, kita perlu bersinergi, berkonsolidasi. Diharapkan, ke depan IAMARSI menjadi organisasi profesi yang setara dengan IDI, PDGI, dan lainnya, dalam rangka mewadahi teman-teman para manajer RS. Saya yakin kita mampu berperan dalam menyehatkan bangsa.” ujar dr. Hariyadi Wibowo.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dr. Kuntjoro Adi Putranto, M.Kes menilai IAMARSI adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan kebutuhan untuk memajukan RS di Indonesia, meningkatkan layanan, manfaat, dan kinerja keuangan RS.

“Persi dan IAMARSI harus terus bekerja sama, saling mengisi dan menguatkan untuk memajukan perumahsakitan Indonesia,” ucapnya.

Wakil Sekjen II IAMARSI, dr. Martha Siahaan, MARS, MHKes, menambahkan bahwa  terkait dengan upaya pengembangan RS, pihaknya selaku CEO RS Premier Bintaro bersama IKAMARS FKM-UI beberapa kali menggelar webinar yang menghadirkan para pembicara lintas sektor, seperti dari bisnis penerbangan, asuransi, dan perhotelan. 

“Kita bisa belajar bagaimana strategi mereka bisa bertahan dan tetap berkembang di tengah pandemi, agar kita yang bergerak di bidang perumahsakitan juga bisa thinking out of the box dalam mengembangkan RS,” tandasnya.

 

#rs   #iamarsi   #premier