BPJAMSOSTEK Grogol Ajak Pekerja Seni Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Arbi
BPJAMSOSTEK Grogol Ajak Pekerja Seni Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Grogol menggelar sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku seni tentang manfaat dan pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Kegiatan bertema "Perlindungan Kecelakaan Kerja Bekerja Sama Dengan BPJAMSOSTEK" ini digelar secara virtual dengan menggandeng Federasi Serikat Musisi Indonesia (Fesmi), pada Jumat (11/6/2021), diikuti sedikitnya 30 pelaku pekerja seni dari berbagai latarbelakang keahlian.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Grogol, Bambang Utama, dan dihadiri Kepala Bidang KSI BPJAMSOSTEK Grogol, Arif Budiman, Ketua Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan, Budi Situmorang, Ketua FESMI, Candra Darusman dan Direktur Pelaksana Fesmi, Bowie Djati.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Grogol, Bambang Utama dalam sambutannya menyampaikan bahwa BPJAMSOSTEK diamanatkan oleh negara memberikan perlindungan kepada setiap pekerja baik formal atau penerima upah maupun pekerja informal dari segara risiko pekerjaan, tidak terkecuali kepada para pelaku seni di Tanah Air.

Perlindungan itu terdapat dalam empat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJAMSOSTEK, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Yang namanya risiko, dapat terjadi dim ana saja dan kapan saja, anytime mengintai kita. Untuk itu, BPJAMSOSTEK hadir sebagai perpanjangan tangan negara untuk memberikan perlindungan. Untuk merasakan kehadiran negara saat terjadi musibah baik kematian maupun saat kecelakaan akibat kerja, musisi dan pekerja seni ini kita harapkan terdaftar sebagai peserta,” ungkap Bambang.

Dalam kasus kecelakaan kerja misalnya, segala biaya yang timbul baik dalam pengobatan dan perawatan di rumah sakit akan ditanggung penuh BPJAMSOSTEK. “Jika ikut BPJAMSOSTEK, biaya yang timbul atas kasus kecelakaan kerja itu menjadi tanggungjawab BPJAMSOSTEK, berapapun biayanya mau dua miliar, tiga miliar atau lima miliar, kita tanggung penuh,” tandas Bambang.

Untuk kasus meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, ahli waris peserta akan mendapatkan santunan 48 kali dari gaji atau upah yang dilaporkan kepada BPJAMSOSTEK. Selanjutnya jika meninggal dunia atau cacat tetap akan mendapatkan manfaat atau santunan beasiswa maksimal Rp174 juta untuk dua orang anak.

“Manfaat yang besar ini bisa diterima hanya dengan membayarkan iuran Rp16.800 per orang per bulan untuk pekerja informal mencakup program JKK dan JKM,” jelas Bambang.

Begitu besarnya manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini, sambung Bambang, untuk kasus bunuh diri BPJAMSOSTEK akan memberikan santunan JKM sebesar Rp42 juta. “Bahkan bunuh diri pun kami tanggung. Silahkan cari asuransi yang menanggung kasus bunuh diri. Atau jika tidak percaya silahkan coba, kami bayar Rp42 juta,” kata Bambang.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pelaksana Fesmi, Bowie Djati mengaku besarnya manfaat program BPJAMSOSTEK. Hal ini terbukti pada almarhum Arry Syaff, seorang musisi yang meninggal dunia akibat sakit. Ahli Waris dari Arry Syaff mendapatkan santunan Rp96 juta dan bantuan beasiswa bagi anak yang ditinggalkannya, meskpiun almarhum baru terdaftar BPJAMSOSTEK selama tiga bulan.

“Fesmi sudah pernah merasakan sendiri pelayanan dan satunan BPJAMSOSTEK ketika rekan kita, Arry Syaff, meninggal dunia pada 2020 lalu, mendapat santunan sebesar Rp94 juta padahal baru 3 bulan terdaftar,” ucapnya.

Ketua Fesmi, Candra Darusman mengajak seluruh pekerja seni dan anggota Fesmi untuk mendaftarkan diri ke BPJAMSOSTEK guna mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Ia juga mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini.

“Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada BPJAMSOSTEK, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi pelaku seni. Sebagai musisi, saya juga mengimbau kepada musisi, terutama yang muda-muda agar dari sekarang dapat menyisihkan tabungannya untuk mendapatkan perlindungan jamsostek,” tandas Candra.