YPBIC Kolaborasi dengan KODIM 0508 Gelar Vaksinasi Siswa dan Warga Kampus, 1010 Orang di Vaksin
Foto : Pembina Yayasan YPBIC Jendral TNI (Purn.) Budiman (kanan), Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj (tengah) dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah II, I Made Supriatna, saat menyaksikan pelaksanaan vaksinasi di kampus Yayasan YPBIC, Senin (2/8/2021).

Depok, HanTer - Untuk mengikis penyebaran virus Corona dan sekaligus menyukseskan program pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19, Yayasan Pendidikan Budi Insan Cendikia YPBIC) bekerjasama dengan KODIM 0508 Depok menyelenggarakan program vaksinasi massal dosis pertama yang ditujukkan bagi orang tua siswa dan alumni TK Islam Azhar 45, SD Islam AI Azhar 46, SMP BCI School dan SMA BCI School di lingkungan YPBIC.

Pelaksanaan vaksinasi terhadap 1000 orang minimal berusia 12 tahun tersebut berlangsung di kampus YPBIC, di jalan Boulevard Grand Depok City Depok, Kalimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat pada Senin (2/8/2021) pagi dengan menyuntikkan vaksin Sinovac.

Sebelumnya, YPBIC juga telah melakukan vaksinasi terhadap para guru pengajar, satuan pengamanan hingga karyawan lainnya yang bertujuan untuk menjadi lebih sehat dan terlindungi dari virus Covid-19 serta lebih siap dalam menghadapi rencana pembelajaran tatap muka sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kota Depok.

Hal tersebut seperti diungkapkan Hairunnisa, selaku Ketua Tim Satgas Covid 19 Yayasan Pendidikan Budi Insani Cendikia. "Vaksin siswa ini merupakan salah satu upaya kita dalam mempersiapkan diri untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, sehingga diwajibkan kepada semua anak didik harus di vaksin, sekaligus mendorong percepatan program vaksinasi massal pemerintah pusat," ucapnya.

Hairunnisa, selaku Ketua Tim Satgas Covid 19 Yayasan Pendidikan Budi Insani Cendikia, saat memberikan keterangan pers

Perempuan yang berperan sebagai guru SMP Budi Cendikia Islamic School itu juga menuturkan, ketika pihaknya mendengar pemerintah sudah memberikan lampu hijau penerimaan vaksin terhadap anak usia 12 hingga 17 tahun, Tim Satgas Covid 19 Yayasan Pendidikan Budi Insani Cendikia langsung bergerak mencari sumber-sumber vaksin yang bisa digunakan kepada usia anak-anak.

"Alhamdulillah kita berhasil mendapatkan sumber vaksin setelah kita berkoordinasi dengan Kadinkes, terutama penggunaannya untuk anak usia 12 hingga 17 tahun ini. Namun kala itu terdapat kendala di mana jumlah vaksin yang terbatas ditambah tenaga kesehatan pun terbatas karena banyak yang tumbang waktu itu, sehingga kami pun mencari tenaga bantuan vaksinator melalui koordinasi dengan KODIM 0508," ungkapnya.

"Setelah melakukan komunikasi dan diskusi yang intens, Bapak Dandim 0508 menyanggupi sekaligus memberikan kami kesempatan vaksin massal untuk anak-anak karena tujuannya agar pada waktunya nanti mereka lebih siap untuk melakukan proses belajar mengajar melalui tatap muka, di mana sebelumnya para guru dan karyawan di YPBIC ini pun sudah mendapatkan vaksinasi full," tambahnya.

Lebih lanjut Nisa juga mengatakan jika animo peserta untuk divaksin sangat antusias, terlihat dari jumlah yang mendaftar melebihi kuota vaksin yang tersedia. "Pendaftaran yang dilakukan secara online tercatat lebih dari 1100 peserta, namun mohon maaf vaksin yang tersedia hanya 1010 saja kali ini, karena sasarannya adalah siswa, alumni, orang tua siswa, keluarga guru, kenapa keluarga guru juga, karena jika keluarganya tidak di vaksin bisa jadi gurunya tetap rentan, meski sebelumnya sudah di vaksin," pungkasnya.

Acara vaksinasi itu pun disaksikan oleh Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah II, I Made Supriatna, serta pembina Yayasan YPBIC Jendral TNI (Purn.) Budiman.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh jajaran TNI maupun Polri untuk turut menyukseskan program vaksinasi dengan target dua juta vaksinasi pada bulan Agustus ini yang dibarengi dengan menjaga kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj

Sementara itu, vaksinasi di YPBIC ini menurut Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj, sebagai salah satu respon dari arahan Presdien Joko Widodo yang bertujuan untuk mencapai herd immunity dan mengakhiri pandemi Covid-19 lebih cepat.

"Ini merupakan upaya nyata dalam rangka percepatan pemutusan rantai Covid-19 dengan cara vaksinasi massal di semua area tempat kami bertugas yang merupakan instruksi langsung Presiden Jokowi kepada kami yang ada di Kodam, Kodim yang bekerja sama dengan kepolisian di mana ini semua akan terus dilakukan tanpa henti sampai semua masyarakat tervaksin," kata Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj.

Ia juga mengatakan jika vaksinasi di YPBIC ini juga merupakan kerja bareng dengan segenap relawan maupun dengan instansi terkait seperti petugas kesehatan di wilayah Depok. Bahkan Dandim 0508 itu menyebut jika pelaksanaan vaksinasi massal di kampus YPBIC merupakan penyelenggaraan terbaik, sehingga bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain ketika ingin melakukan vaksinasi.
 
Program vaksin Covid-19 yang kini telah diperluas hingga anak-anak usia 12-17 tahun, menurut Pembina Yayasan YPBIC Jendral TNI (Purn.) Budiman, tentu membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia, setelah lebih dari setahun proses belajar mengajar dilakukan melalui model pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring/online), sehingga diharapkan segera dilakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Kegiatan vaksinasi yang mulai dilaksanakan oleh pemerintah untuk anak usia 12-17 tahun, bagi kami penyelenggara pendidikan, ini suatu angin segar yang luar biasa, karena dengan dia selesai di vaksin, baik siswa, guru dan keluarganya, maka kita akan bertatap muka dengan para siswa," tutur Jendral TNI (Purn.) Budiman.

"Kita menyadari, bahwa kegiatan online memang bisa kita laksanakan dengan baik, tetapi banyak hal yang terjadi (kendala) akibat tidak dilaksanakan tatap muka, seperti dalam pembinaan karakter memerlukan sekali tatap muka. Jadi program pemerintah pusat untuk memvaksin anak didik usia 12-17 tahun ini sangat bagus sekali," tambahnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah II, I Made Supriatna (kiri) dan Pembina Yayasan YPBIC Jendral TNI (Purn.) Budiman 

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung hingga satu tahun lebih. Mereka pun harus mengenyam pendidikannya secara online. Terkait vaksinasi untuk siswa ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah II, I Made Supriatna mengatakan jika percepatan vaksinasi bagi siswa ini sudah selesai, maka tatap muka akan dilaksanakan.

"Insya Allah di bulan Januari mendatang ketika vaksinasi ini sudah selesai dilaksanakan, maka tatap muka akan dilaksanakan, sehingga harapan dari Yayasan terkait PTM dapat terwujud pada tahun pembelajaran 2021-2022 di semester genap, selain Dandim pun telah melakukan komunikasi dengan dinas pendidikan provinsi Jawa Barat, akan go to school, menjemput bola langsung ke satuan-satuan pendidikan. Kita berdoa semoga program ini bisa berjalan lancar di daerah-daerah lainnya," ucap I Made Supriatna.

Sedangkan untuk vaksinasi dosisi kedua Sinovac di YPBIC ini akan berlangsung pada 30 Agustus mendatang.

Vaksinasi di lingkungan Yayasan Pendidikan Budi Insan Cendikia (YPBIC), Depok, Senin (2/8/2021).