Shelter Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Akan Dibangun Dekat RS
Foto : Ilustrasi penanganan pasien COVID-19

Jakarta, HanTer - Sepekan terakhir angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia menempati posisi teratas di dunia. Disusul posisi kedua berturut-turut Brazil, Rusia dan India.

“Data kesehatan angka kematian akibat Covid-19 dikarenakan komorbit atau penyakit penyerta, seperti penyakit jantung, diabetes dan penyakit komorbit lainnya,” ujar Penasihat Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jona Widhagdo Putri dalam acara daring, Senin (2/8/2021).

Ia menuturkan, pasien positif Covid-19 datang terlambat ke rumah sakit (RS) juga menyumbang angka kematian. Sebab, mereka terlambat mendapatkan penanganan medis di RS.

“Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pasien meninggal di IGD di RS vertikal Mei 3,7 persen naik 20 persen pada bulan Juli,” katanya.

Menurut dia, pasien yang terlambat mendapat pelayanan medis dalam keadaan gejala berat dengan saturasi oksigen di bawah 80 persen. Pada Mei hingga Juli naik enam kali lipat.

“Di daerah seperti di Jawa, budaya ewuh pekewuh malah meningkatkan jumah relawan,” ucapnya.

“Mereka dengan sukarela menjaga rumah milik pasien yang Isoman,” imbuhnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, untuk meminilaisir angka kematian akibat terlambat datang ke RS, maka shelter pasien Covid-19 bergejala ringan dan tanpa gejala akan dibangun dekat RS.