Perkuat Akurasi Penilaian, UNJ-Unimed Perkenalkan 5 Instrumen Penilaian E-Assessment 
Foto : Dr. Dilinar Adlin, M.Pd/ ist

Jakarta, HanTer - Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Program Studi Sendratasik Universitas Negeri Medan (Unimed) menyusun lima instrumen penilaian yang akan diimplementasikan di Learning Management System (LMS) E-Assessment. 

Hal itu disampaikan dosen Pendidikan Sendratasik Unimed, Dr. Dilinar Adlin, M.Pd pada kegiatan bertajuk Pelatihan Penilaian Unjuk Kerja Praktik Tari Berbasis E-Asessment yang dilaksanakan Rabu (18/8/2021) melalui platform Zoom.

Sebagai informasi E-Assessment tersebut merupakan produk dari program pengabdian masyarakat berkelanjutan yang dilakukan tim peneliti yang dipimpin Dr. Dinny Devi Triana sejak 2018 silam. Produk LMS tersebut berfungsi untuk menilai dan mengevaluasi secara akurat performa para seniman dari sanggar-sanggar tari. Selain itu, LMS tersebut juga diharapkan dapat berguna untuk penilaian untuk siswa. LMS tersebut pernah diuji coba pada Sanggar Tari Larasati dan sejumlah SMP di kawasan Jakarta Timur. 

5 R

“Di dalam disertasi saya, saya mengambil model 5R, yakni Rukun, Rentak, Resam, Ribus dan Rasa. Saya meneliti tari tradisi melayu yang sifatnya berpasangan, tepatnya tari Serampang Dua Belas,” tutur Dilinar. 

Lebih lanjut, Dilinar menjelaskan mengenai apa saja yang dimaksud dengan kelima instrumen yang diambil langsung dari penelitian miliknya tersebut. Menurut disertasi miliknya, Rukun adalah urutan tari dari jenis Melayu yang harus diselesaikan secara tuntas. Dengan kata lain, Rukun adalah sendi atau kerangka dari sebuah karya tari. 

Rentak adalah kesesuaian gerak dengan irama tari. Maksudnya adalah bahwa instrumen berkaitan dengan ritme hitungan pada iringan dengan gerak tari. Resam adalah kebiasaan-kebiasaan yang menjadi ciri khas atau identitas sebuah karya tari.

Sedangkan Ribus adalah instrumen berupa tata rias dan busana yang fungsinya lebih dari sekadar estetika semata, melainkan untuk menunjukkan identitas budaya melayu.

Lebih jauh, Dilinar juga menjelaskan bahwa kelima instrumen tersebut dibagi kembali menjadi beberapa turunan.

“Rukun menampilan ragam dan pola tari melayu, dan gerak berpasangan secara simetris. Rentak menampilkan keselarasan gerak dengan tempo iringan musik serta keselarasan irama dan gerak. Rasa menampilkan penghayatan dalam cerita, ekspresi dan gerak tari. Resam menampilkan gaya, estetika dan etika tari melayu. Sedangkan Ribus menampilkan rias wajah yang harus sesuai dengan tari dan kerapian memakai kostum,” terang wanita berusia 56 tahun tersebut.

Kegiatan pelatihan tersebut merupakan satu dari dua rangkaian Pelatihan Penilaian Unjuk Kerja E-Assessment. Pertemuan kedua dilaksanakan pada sebulan setelahnya dengan materi berisikan prosedur penggunaan E-Assessment yang telah disempurnakan.