Binus University Gelar Pembelajaran Tatap Muka Mulai Akhir September 2021
Foto :

Jakarta, HanTer - Bekerja sama dengan rumah sakit hingga meluncurkan aplikasi mobile khusus, Binus University siap memulai pembelajaran tatap muka sesuai arahan Mendikbudristek.Mengingat situasi pandemi Covid-19, tentunya pembelajaran tatap muka harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan.

 

 

Binus University telah mempersiapkan serangkaian perangkat dan protokol guna mendukung berlangsungnya face to face learning yang aman.

 

Persiapan yang dilakukan antara lain dengan menyelenggarakan vaksin bagi seluruh Binusian dan membentuk Satgas Covid-19 khusus di wilayah kampus. 

 

 

Binus University juga meluncurkan aplikasi khusus yang dapat menampilkan informasi terkait eligibilitas tiap mahasiswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). Sebagai upaya antisipasi lebih lanjut, Binus University juga menyiapkan ruang evakuasi dan melakukan kerja sama dengan beberapa rumah sakit dan klinik. 

 

 

Rektor Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, MM. mengatakan,pada saat pelaksanaan perkuliahan, tracing dilakukan secara acak dengan melakukan tes antigen kepada mahasiswa dan dosen yang ada di dalam kampus. Penerapan protokol PTM ini akan terus diawasi secara ketat agar proses pembelajaran tetap berjalan lancar. 

 

 

"Dengan berbagai kesiapan tersebut,Binus University siap menggelar kegiatan Pembelajaran Tatap Muka mulai akhir September 2021 di 11 kampus yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Malang," ujar Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, MM dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

 

 

Harjanto memaparkan, sebagai salah satu dari Top 1.000 World University 2021 menurut QS University Ranking,Binus University telah lama menerapkan sistem pembelajaran multi channel. Multi Channel Learning merupakan serangkaian program pembelajaran yang dikembangkan dengan menggabungkan tiga channel utama. 

 

 

Ketiga channel tersebut adalah Face to Face yakni kuliah tatap muka, Self Study yang melatih mahasiswa menjadi autonomous learner dengan mencari referensi materi selain dari dosen, dan channel E-Learning. Guna mendukung Multi Channel Learning, Binus University juga menggelar Creative Class yang ditunjang fasilitas teknologi terkini. 

 

 

Bahkan, Binus University memiliki Online Campus khusus untuk layanan pendidikan jarak jauh.Multi Channel Learning di Binus University  didukung dengan adanya Binusmaya, platform online learning yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara mahasiswa, dosen, hingga Student Service Center dan Lecturer Service Center.

 

 

Learning Management System ini dikembangkan secara khusus oleh Binus University  dan dapat diakses melalui browser maupun aplikasi yang dapat diunduh di Play Store dan App Store. Binusmaya memungkinkan mahasiswa untuk melihat jadwal perkuliahan, mengakses materi, mengumpulkan tugas, serta berdiskusi di forum.

 

 

Sebagai bagian dari kurikulum untuk mempersiapkan Binusian agar sukses mengikuti proses perkuliahan, Binus University  menyelenggarakan First Year Program (FYP) di bawah pengawasan langsung oleh Rektor Binus University. Program yang berjalan selama satu tahun ini terdiri dari beberapa fase yaitu Orientation & Transition Program, Week of Welcoming, Inauguration, Academic Experience, Excellence Program.

 

 

“Kita pasti akan saling membantu, kita akan sungguh-sungguh mendorong Anda, dan juga mendampingi Anda untuk bisa sukses,” ujarnya.

 

 

Harjanto menegaskan, rangkaian kegiatan FYP terdiri dari aktivitas menarik baik akademik maupun non-akademik. Di samping memperkenalkan lingkungan Binus University dan sistem perkuliahannya, FYP B2025 juga mendorong freshmen B2025 untuk memahami nilai-nilai BIinusian, berperan aktif dalam aktivitas kemahasiswaan, serta peduli kepada sesama dan lingkungan. 

 

 

"Rangkaian program FYP sejalan dengan kurikulum Binus University yang mempersiapkan BIinusian untuk memenuhi Graduate Attributes, yaitu global standard technical competencies, digital and technology fluency, applied management skills, critical & creative thinking, adaptability, initiative, growth mindset, collaboration, dan social awareness," pungkasnya.