Demi Kenyamanan dan Keamanan, IHW Himbau Semua Prosuk Makanan Cantumkan Informasi Kehalalan 
Foto :

Jakarta, HanTer - Indonesia Halal Watch (IHW) sangat mendukung kebijakan Pemerintah yang melindungi warga negaranya dalam hal mengkonsumsi dan mempergunakan produk. Apalagi untuk umat Islam, mengkonsumsi makanan yang halal merupakan suatu kewajiban.

Indonesia Halal Watch memandang informasi halal dan tidak halal suatu produk adalah sangat penting, terutama untuk produk makanan dan minuman yang telah bersertifikat halal ini, diharapkan  masing - masing individu lebih berhati - hati dalam memilih Produk "Teliti sebelum membeli". Saat ini pembelian makanan atau groceries melalui perdagangan daring (E-commerce) di masa pandemi COVID-19 mengalami peningkatan yg signifikan. 

"Indonesia Halal Watch sangat mengapresiasi niatan Pemerintah untuk menghimbau kepada seluruh pelaku usaha, serta layanan jasa E-commerce yang bekerja sama dengan pelaku usaha agar dapat mematuhi PP 39/2021, sehingga termasuk jasa layanan dan antaranya pun wajib memahami dan mematuhi ketentuan tersebut," ujar Direktur Eksekutif IHW, Dr H Ikhsan Abdulah, S.H., M.H dalam webinar bertema “Kewajiban e-Commerce Menyajikan Informasi Halal untuk Perlindungan dan Kenyamanan Konsumen", Kamis (14/10/2021).

Ikhsan menyebut, digelarnya webinar yang digelar IHW juga dalam rangka meningkatkan kepercayaan konsumen dan peningkatan penjualan dan omset produsen, serta kenyamanan konsumen (consumer satisfaction). Oleh karena itu melalui Webinar ini pihaknya berharap menjadi forum Edukasi Sosialisasi dan himbauan kepada pelaku usaha dan pengguna jasa layanan  E-commerce khususnya yang menjual produk makanan dan minuman, agar dapat mentaati ketentuan dalam PP 39/2021.

"Sehingga Konsumen nyaman mengkonsumsi dan menggunakan produk layanan E Comerce," paparnya.

Ikhsan menegaskan, tujuan akhir terkait informasi produk halal adalah untuk meningkatkan transaksi dan industri halal di tanah air. Sosialisasi dan edukasi dilakukan melalui berbagai media termasuk Webinar yang gelar kali ini. Indonesia Halal Watch memandang informasi halal dan tidak halal suatu produk adalah sangat penting, terutama untuk produk makanan dan minuman yang telah bersertifikat halal.

"Diharapkan  masing -  masing individu lebih berhati - hati dalam memilih produk, teliti sebelum membeli. Saat ini pembelian makanan atau groceries melalui perdagangan daring (E-commerce) di masa pandemi COVID-19 mengalami peningkatan yang signifikan," tandasnya.

Oleh karena itu, sambung Ikhsan, IHW sangat mengapresiasi niatan Pemerintah untuk menghimbau kepada seluruh pelaku usaha, serta layanan jasa E-commerce yang bekerja sama dengan pelaku usaha agar dapat mematuhi PP 39/2021, termasuk jasa layanan dan antaranya pun wajib memahami dan mematuhi ketentuan tersebut. 

"Ini juga dalam rangka meningkatkan kepercayaan konsumen dan peningkatan penjualan dan omset produsen, serta kenyamanan konsumen (consumer satisfaction)," paparnya.

Diketahui, agama Islam, Kristen Protestan mengkonsumsi makanan halal merupakan suatu perintah. Demikian pula beberapa ajaran agama lain juga terdapat kesamaan, karena makanan halal adalah baik untuk dikonsumsi. 

Penyimpanan makanan halal pun haruslah diperhatikan karena makanan halal tidak boleh terkontaminasi dengan makanan haram. Demikian pula alat angkut atau logistik, harus dipastikan produk halal tidak boleh diangkut dan tercampur dengan yang tidak halal. 

Produk makanan, minuman yang halal bisa juga berubah konteksnya menjadi haram jika cara pengolahannya tidak sesuai dengan syariat. Contohnya ketika ayam goreng yang lezat saat disembelih tidak dengan nama Allah SWT atau dalam prosesnya, misal ayam goreng tersebut diberikan bumbu yang tidak halal sehingga menjadi terkontaminasi dan  menjadi haram.